KOTA MALANG, NETRALNEWS.COM - Rabu, 16 November 2022, Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) kedatangan tamu istimewa dari Belanda, yakni Profesor Marieke Bloembergen. Beliau adalah guru besar bidang Heritage dan Kajian Poskolonial Sejarah Indonesia di Universitas Leiden dan Koninklijk Instituut voor Taal –, Land – en Volkenkunde (KITLV, Akademi Kerajaan untuk kajian Bahasa, Suku Bangsa, dan Budaya). Selama di Malang, ia akan memberikan serangkaian kuliah bersama dalam matakuliah kearsipan di Prodi Ilmu Sejarah. Kegiatan teaching collaboration ini merupakan bagian dari hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Sekira setahun yang lalu, Profesor Marieke mendapatkan amanah sebagai Editor in-chief Jurnal Bijdragen Koninklijk Instituut (BKI, lengkapnya Bijdragen tot de Taal, Land en Volkenkunde). Ia menggantikan posisi Prof. Freek Columbijn. BKI sendiri adalah jurnal yang telah berusia lebih dari satu setengah abad. Ruang lingkup kajiannya berada di kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Sementara fokusnya adalah antropologi, sejarah, ilmu politik, hukum, sosiologi, geografi sosial, kajian pembangunan, kajian urban, sastra, sosio-linguistik, dan ekonomi. Kunjungan Prof Marieke ke Universitas Negeri Malang dimanfaatkan oleh Departemen Sejarah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal. Departemen Sejarah sendiri mengelola 3 jurnal, yakni Jurnal Sejarah dan Budaya (JSB), Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) dan Historiography: Journal of Indonesian History and Education (JOIN). JSB telah terakreditasi dalam sistem index Kemendikbud RI Science and Technology Index (Sinta) peringkat 3, sementara JPSI terakreditasi Sinta 4. Kegiatan yang berlangsung akrab dan semi-formal ini dihadiri oleh para pimpinan Departemen Sejarah, para dosen selaku tim editor Jurnal Sejarah dan Budaya, serta tim editor Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia. Sejumlah mahasiswa yang menjadi tim editor dan manajemen pengelolaan Jurnal Historiography: Journal of Indonesian History and Education juga turut hadir dalam kegiatan ini. Ruang lingkup dari JSB, JPSI, dan JOIN yang beririsan dengan BKI membuka peluang adanya kolaborasi di antara masing-masing jurnal tersebut. Di antara hasil benchmarking yang dilakukan oleh JSB, JPSI, dan JOIN terhadap BKI adalah adanya rubrik baru di dalam jurnal, seperti artikel konseptual dan book review. Semangat dari rubrik artikel konseptual adalah mengenalkan dan mendiskusikan pendekatan-pendekatan baru dalam kajian sejarah, budaya, dan pembelajarannya. Sementara rubrik book review ialah mengenalkan publik dalam negeri terhadap literatur-literatur terbaru berbahasa asing. Hal ini selaras dengan misi Universitas Negeri Malang sebagai GURU, akronim dari "Unggul dan Rujukan di Asia bahkan dunia". Sambutan yang disampaikan oleh Dr. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum., selaku Kaprodi Pascasarjana Pendidikan Sejarah, menekankan pentingnya pengembangan jurnal di lingkup Universitas Negeri Malang, khususnya di Departemen Sejarah. Dr. Dewa Agung juga menggarisbawahi tuntutan dunia akademik di Indonesia akan publikasi para dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan (tendik), baik di level terbitan nasional terakreditasi, maupun internasional bereputasi. Di akhir sambutan, Dr. Dewa Agung menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Marieke karena berkenan membagikan pengalaman berharga BKI dalam pengelolaan jurnal dan produksi pengetahuan. Prof. Marieke mengawali paparannya dengan mengenalkan BKI secara umum. Ia menyatakan bahwa kerja sama dirinya dengan enam Editorial Board lainnya adalah kunci menjaga kualitas artikel. Mereka terdiri dari Sikko Visscher, KITLV, Belanda; Jacqui Baker, Murdoch University, Australia; Saras Dewi, Universitas Indonesia, Indonesia; Annemarie Samuels, Leiden University, Belanda; Susie Protschky, Deakin University, Australia; Faizah Zakaria, Nanyang Technological University, Singapura. Tim ini dilengkapi dengan editor bagian book review, serta Advisory Board. Identifikasi masalah penerbitan jurnal yang didiskusikan dalam forum ini meliputi kesulitan pencarian reviewer yang sesuai dengan ragam artikel yang masuk serta kualitas artikel yang di-submit seringkali di bawah standar. Prof. Marieke mengungkapkan bahwa adanya editorial board dan advisory board dari lintas benua cukup memudahkan pencarian reviewer. BKI yang memegang standar kualitas, mengungkapkan terdapat naskah-naskah yang terpaksa ditolak, direvisi berkali-kali, atau disarankan untuk diterbitkan di jurnal yang lain. Terdapat rubrik BKI yang menarik untuk diaplikasikan di JSB, JPSI, dan JOIN yakni book debate. Rubrik ini berisi perdebatan antara beberapa ahli terhadap satu buku tertentu. Di antara buku yang diperdebatkan adalah karya Remy Limpach, De brandende kampongs van Generaal Spoor dan karya Jess Melvin, The Army and the Indonesian Genocide: Mechanics of Mass Murder (Rethinking Southeast Asia). Tim editor jurnal Departemen Sejarah menilai rubrik ini akan sangat bermakna dalam perbincangan akademik, di bidang sejarah, budaya, dan pembelajaran sejarah. Pada akhir kegiatan, Prof Marieke membagikan beberapa tips bagi para dosen dan mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah. Ia menekankan pentingnya membuat pembaca tetap betah untuk membaca sampai akhir. Berdasarkan pengalamannya sebagai editor in-chief, Prof. Marieke menyatakan bahwa impresi pada bagian awal naskah artikel sangatlah penting. Setidaknya, dua halaman awal naskah harus dapat menunjukkan research gap dan kebaruan dari penulis dari permasalahan yang diteliti. Tim jurnal Departemen Sejarah menutup pertemuan tersebut dengan kesimpulan akan segera dibentuk editorial team bagi JSB, JPSI, dan JOIN dari unsur Kelompok Bidang Keilmuan (KBK) Departemen Sejarah, yang melibatkan mitra bestari dari lintas unviersitas. Harapan yang muncul adalah semoga JSB, JPSI, dan JOIN mampu berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang sejarah, budaya, dan pengajarannya; baik di level nasional maupun internasional.