Banyak petugas call center mencoba menenangkan pelanggan dengan kalimat-kalimat empati seperti “kami memahami keluhan Anda” atau “mohon maaf atas ketidaknyamanannya.” Sayangnya, jika tidak diikuti tindakan konkret, ucapan tersebut hanya terdengar seperti formalitas. Dalam kondisi tertentu, pelanggan bahkan bisa merasa perusahaan tidak benar-benar serius menangani masalah mereka.