Netral English Netral Mandarin
00:10wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Napoleon Dibantu Eks Tokoh FPI Aniaya Kace, Guntur: di Mana Ada FPI, di Situ Pasti Ada Keributan

Rabu, 22-September-2021 19:01

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli
Foto : Istimewa
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengatakan, di mana ada Front Pembela Islam (FPI), di situ pasti ada keributan.

Karenanya, Guntur Romli menilai sudah tepat pemerintah membubarkan ormas bentukan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu.

Hal tersebut disampaikan Guntur mengomentari pernyataan Bareskrim Polri soal adanya eks anggota FPI membantu Irjen Napoleon Bonaparte (NB) yang diduga menganiaya tersangka penistaan agama Muhammad Kace.

"Di mana di situ ada FPI, pasti ada keributan, sudah benar dibubarkan, eh yang ditahan belum juga tobat," tulis Guntur di akun Twitternya, @GunRomli, Selasa (21/9/2021).

Sebelumnya diberitakan, Irjen Napoleon diduga menganiaya Muhammad Kace di rumah tahanan Bareskrim Polri. Napoleon juga disebut melumuri Kace dengan kotoran manusia.

Napoleon maupun Muhammad Kace sama-sama menyandang status tahanan. Napoleon divonis 4 tahun karena menerima suap dari terpidana korupsi Bank Bali, Djoko Tjandra. Sementara, Muhammad Kace menjadi tersangka kasus penghinaan agama.

Belakangan Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa dalam menjalankan aksinya, Napoleon dibantu tiga tahanan lain, salah satunya adalah mantan Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi.

Adapun Maman ditahan di rutan Bareskrim Polri karena kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Salah satunya adalah napi dalam kasus yang melibatkan organisasi eks FPI ya, (inisial) M. Iya (Maman Suryadi)," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Sementara dua tahanan lainnya, lanjut Andi, merupakan tahanan dalam kasus pidana umum dan tidak terkait dengan FPI.

"Tidak ada kaitan dengan FPI. Kalau eks FPI kan jelas, dua lagi itu untuk tahanan dalam kasus pidana umum terkait masalah pertanahan," ungkapnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli