JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Berdasarkan pembaruan harga dari Logam Mulia Antam, nilai jual emas bersertifikat turun dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Harga emas Antam ukuran 1 gram yang sebelumnya dipatok Rp2.610.000 kini turun sebesar Rp7.000, sehingga diperdagangkan di level Rp2.603.000 per gram. Penurunan tersebut menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang rutin memantau pergerakan logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang. Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Logam Mulia juga mengalami penyesuaian. Pada perdagangan hari ini, harga buyback turun Rp5.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.379.000 menjadi Rp2.374.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini berada di kisaran Rp229.000 per gram. Nilai buyback menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan ke gerai resmi Logam Mulia maupun mitra yang bekerja sama. Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa, 4 Agustus 2026 Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia: 0,5 gram: Rp1.351.500 1 gram: Rp2.603.000 2 gram: Rp5.146.000 3 gram: Rp7.694.000 5 gram: Rp12.790.000 10 gram: Rp25.525.000 25 gram: Rp63.687.000 50 gram: Rp127.295.000 100 gram: Rp254.512.000 250 gram: Rp636.015.000 500 gram: Rp1.271.820.000 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.543.600.000 Sementara itu, harga buyback emas Antam pada perdagangan hari ini berada di angka Rp2.374.000 per gram, turun Rp5.000 dibandingkan hari sebelumnya. Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Oleh karena itu, calon pembeli maupun investor disarankan untuk selalu melakukan pengecekan melalui gerai resmi Logam Mulia atau kanal resmi Antam sebelum melakukan transaksi. Meski mengalami penurunan pada awal perdagangan hari ini, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang, terutama saat kondisi ekonomi global mengalami ketidakpastian.(*)