JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Harga emas perhiasan pada Rabu, 6 Mei 2026, menunjukkan variasi berdasarkan kadar, dengan nilai tertinggi berada pada emas 24 karat yang mencapai Rp2.398.000 per gram. Data ini menjadi acuan bagi masyarakat yang memantau pergerakan logam mulia untuk kebutuhan investasi maupun penggunaan sehari-hari. Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, serta tingkat permintaan di pasar domestik. Fluktuasi ini membuat harga emas dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga pemantauan secara berkala diperlukan sebelum melakukan transaksi. Berdasarkan data terbaru, harga emas perhiasan per gram dibedakan menurut kadar atau tingkat kemurnian. Emas 24K (99 persen) menjadi yang tertinggi dengan harga Rp2.398.000, diikuti 23K sebesar Rp2.060.000 dan 22K Rp1.970.000. Sementara itu, kadar 21K berada di angka Rp1.884.000 dan 20K sebesar Rp1.793.000. Untuk kadar menengah, emas 19K dihargai Rp1.701.000, 18K Rp1.610.000, dan 17K Rp1.519.000. Selanjutnya, emas 16K berada di kisaran Rp1.428.000 dan 15K Rp1.339.000. Pada kategori lebih rendah, harga 14K tercatat Rp1.249.000, 13K Rp1.159.000, dan 12K Rp1.068.000 per gram. Adapun emas 11K dijual sekitar Rp977.000, 10K Rp888.000, dan 9K Rp797.000 per gram. Harga tersebut berlaku untuk kategori perhiasan dan dapat berbeda tergantung lokasi pembelian serta biaya tambahan seperti ongkos pembuatan. Perbedaan harga antar kadar disebabkan oleh tingkat kemurnian emas. Semakin tinggi kandungan emas murni, semakin tinggi pula nilai jualnya. Emas 24K hampir tidak mengandung campuran logam lain, sehingga memiliki harga paling tinggi. Sebaliknya, emas dengan kadar lebih rendah biasanya dicampur logam lain untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan, terutama pada perhiasan. Selain kadar, jenis emas juga memengaruhi harga. Emas perhiasan umumnya memiliki harga berbeda dibandingkan emas batangan karena adanya biaya produksi dan desain. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat yang ingin membeli emas sesuai kebutuhan. Untuk tujuan investasi, emas dengan kadar tinggi seperti 24K sering menjadi pilihan karena nilai kemurniannya lebih tinggi. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, kadar seperti 18K atau 22K dinilai lebih cocok karena lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuk. Pengamat pasar menilai bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen yang relatif stabil dalam jangka panjang. Nilainya cenderung mengikuti perkembangan ekonomi global dan dapat menjadi pelindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memperhatikan harga pasar terbaru sebelum membeli atau menjual emas. Perbandingan harga di beberapa tempat juga dapat membantu mendapatkan nilai yang lebih optimal. Dengan memahami perbedaan kadar dan faktor yang memengaruhi harga, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, baik untuk investasi maupun kebutuhan perhiasan sehari-hari.