JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Memasuki perdagangan Kamis, 6 November 2025, harga logam mulia perak di pasar domestik Indonesia terpantau bergerak stabil setelah sempat melemah di awal pekan. Berdasarkan data pemantauan harga logam mulia, harga perak murni (99,9%) masih berada di level Rp25.644 per gram, sama seperti posisi perdagangan pada Rabu (5/11/2025). Kondisi Terkini Harga Perak di Pasar Domestik Harga perak hingga Rabu malam tercatat tidak mengalami perubahan berarti, bertahan di kisaran Rp25.644 per gram. Berdasarkan sumber pemantauan lain, harga perak murni (999) berada di sekitar Rp25.767 per gram. Stabilitas ini cukup menarik, terutama setelah perak sempat melemah pada Selasa (4/11) dengan harga turun ke Rp25.327 per gram. Setelah koreksi tersebut, harga perak kembali menguat dan bertahan hingga Kamis ini. Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga perak di antaranya: Penguatan dolar AS, yang menekan minat investor terhadap logam mulia karena imbal hasil aset lain lebih menarik. Penurunan permintaan industri, khususnya dari sektor elektronik dan energi surya yang menggunakan perak dalam proses produksinya. Fluktuasi kurs rupiah dan suku bunga global, yang berperan besar terhadap daya tarik investasi logam mulia di Indonesia. Rata-Rata Harga Perak dan Rekomendasi Investor Meskipun belum ada pembaruan harga resmi untuk Kamis (6/11), data terakhir menunjukkan bahwa harga perak 99,9% masih di kisaran Rp25.644 per gram. Beberapa layanan perdagangan logam mulia memperkirakan rata-rata harga perak di pasar lokal berada di sekitar Rp25.792 per gram. Berikut ini rekomendasi bagi para pelaku pasar dan investor perak: Investor jangka pendek: Perhatikan peluang beli jika dolar AS melemah atau permintaan industri naik, karena pergerakan harga perak biasanya cepat merespons sentimen global. Kolektor logam mulia: Belilah hanya dari penjual resmi seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau lembaga logam mulia bersertifikat untuk memastikan kemurnian dan legalitas produk. Trader atau spekulan: Mengingat volatilitas harga perak cukup tinggi, sebaiknya tentukan batas kerugian (stop loss) dan pantau pergerakan suku bunga global serta kurs rupiah. Prediksi dan Tren Harga Perak dalam Waktu Dekat Para analis memperkirakan harga perak berpotensi naik kembali jika nilai dolar AS melemah dan permintaan industri meningkat. Dalam kondisi tersebut, harga perak bisa menembus Rp26.000 per gram. Sebaliknya, jika imbal hasil obligasi AS tetap tinggi dan rupiah melemah, harga perak mungkin akan stagnan atau turun tipis ke bawah Rp25.500 per gram. Selain itu, arah harga perak ke depan sangat dipengaruhi oleh: Kebijakan suku bunga The Fed, Kinerja ekonomi Tiongkok sebagai konsumen perak terbesar, Serta tren global industri elektronik dan energi terbarukan. Kesimpulan: Peluang Investasi Logam Mulia Perak Secara keseluruhan, harga perak di Indonesia saat ini menunjukkan stabilitas setelah koreksi beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini bisa dijadikan acuan sementara bagi investor dan kolektor logam mulia. Namun, karena perak memiliki tingkat volatilitas lebih tinggi dibanding emas, disarankan agar investor tetap memantau data harga harian serta faktor ekonomi global sebelum mengambil keputusan. Bagi Anda yang mencari alternatif investasi logam mulia, perak tetap menjadi pilihan menarik untuk diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Disarikan dari berbagai sumber