JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Perkembangan teknologi digital dan semakin terbukanya pasar internasional telah mengubah peta persaingan bisnis secara signifikan. Brand lokal kini tidak hanya bersaing dengan pelaku usaha dalam negeri, tetapi juga dengan berbagai merek global yang memiliki dukungan modal besar, teknologi mutakhir, serta strategi pemasaran yang semakin kompleks. Di tengah kondisi tersebut, popularitas semata tidak lagi cukup untuk mempertahankan daya saing. Perusahaan dituntut membangun identitas merek yang kuat, menjaga relevansi dengan kebutuhan konsumen, menciptakan pengalaman positif, serta membangun kepercayaan pelanggan secara berkelanjutan. Perubahan perilaku konsumen di era digital turut memperkuat tantangan tersebut. Sebelum membeli produk, konsumen kini cenderung mencari informasi melalui mesin pencari, marketplace, media sosial, hingga ulasan pelanggan. Karena itu, kemampuan mengelola reputasi digital, meningkatkan kesadaran merek, dan mempertahankan kepuasan pelanggan menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan pasar. Melihat dinamika tersebut, INFOBRAND.ID bersama Asosiasi Brand Indonesia kembali menggelar The-41st INFOBRAND Forum dengan tema “Winning Consumer Choice: Building Brand Excellence in the Digital Era”. Dalam forum tersebut, Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D., yang merupakan Professor of Marketing BINUS University sekaligus Branding Consultant dan Ethnographer ETNOMARK Consulting, memaparkan strategi membangun keunggulan merek di tengah perubahan perilaku konsumen digital. CEO INFOBRAND.ID, Susilowati Ningsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem branding nasional agar merek-merek Indonesia semakin kompetitif dan mendapatkan pengakuan atas pencapaiannya. Menurut Susilowati, tantangan dunia usaha saat ini tidak lagi terbatas pada menghasilkan produk berkualitas atau menawarkan harga yang kompetitif. Lebih dari itu, perusahaan perlu membangun brand excellence melalui penciptaan nilai, penguatan kepercayaan, pengalaman pelanggan yang baik, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar. “Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana sebuah brand mampu menciptakan nilai, membangun kepercayaan, menghadirkan pengalaman terbaik, dan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” ujar Susilowati saat membuka The-41st INFOBRAND Forum & Award Ceremony pada 30 Juli 2026. Pada kesempatan yang sama, INFOBRAND.ID bersama TRAS N CO Indonesia juga memberikan Brand Indonesia Excellence Award 2026 kepada berbagai merek nasional yang dinilai berhasil membangun popularitas, menjadi pilihan konsumen, serta menjaga tingkat kepuasan pelanggan di platform digital. Susilowati menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil riset yang menilai tiga aspek utama, yaitu Digital Brand Asset Aspect, Digital Brand Awareness Aspect, dan Digital Customer Review & Rating Aspect. Sementara itu, CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penelitian terhadap 13.341 brand dari 18 kategori produk dengan menganalisis jutaan ulasan konsumen yang tersedia di berbagai marketplace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rating brand Indonesia mencapai 4,86 dari skala 5, yang mencerminkan tingginya kualitas pengalaman pelanggan yang diberikan oleh sebagian besar merek nasional. Meski demikian, persaingan juga semakin ketat. Dari total brand yang diteliti, hanya 773 brand atau sekitar 5,8 persen yang berhasil meraih rating sempurna 5. Sebanyak 4.800 brand (36 persen) memperoleh rating antara 4,90 hingga 4,99, sementara sekitar 3.200 brand berada pada rentang 4,80 hingga 4,89. Di sisi lain, terdapat 2.468 brand atau 18,5 persen yang masih mencatat rating di bawah 4,70. Menurut Tri, data tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk antarbrand kini semakin merata. Dengan lebih dari 60 persen brand memiliki rating di atas 4,8, faktor pembeda tidak lagi hanya kualitas produk, melainkan pengalaman pelanggan yang diberikan. “Customer experience menjadi faktor utama yang akan menentukan transformasi dan daya saing brand Indonesia di masa depan,” kata Tri Raharjo. Ia menambahkan bahwa merek dengan performa terbaik umumnya memiliki kesamaan dalam menjaga kualitas layanan, membangun komunikasi yang transparan, mengelola reputasi digital secara aktif, serta memanfaatkan masukan pelanggan sebagai sumber inovasi. Sejumlah merek yang berhasil meraih Brand Indonesia Excellence Award 2026 antara lain Brasov untuk kategori Beauty & Care, 99K Outlet untuk Women’s Apparel, eLangsung untuk Automotive, OOTDSupply untuk Men’s Apparel, Olymplast untuk Home & Living, LGS untuk Men’s Apparel, Seratin, Theraskin, Mustika Ratu untuk Beauty & Care, serta TheSilverSky dan berbagai merek lainnya. Tri Raharjo optimistis brand Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional. Menurutnya, inovasi berkelanjutan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi yang tepat akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing merek nasional di masa mendatang. “Selamat kepada seluruh penerima Brand Indonesia Excellence Award 2026. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperkuat kepercayaan konsumen secara berkelanjutan,” tutup Tri Raharjo.