SURAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahmad Wasiul Arzaq, seorang mahasiswa jurusan Ekonomi dari Universitas Diponegoro angkatan 2021, tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 06, Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Dalam kegiatan KKN ini, Ahmad fokus pada program kerja monodisiplin yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Target utama program ini adalah Bapak Wahyu Joko Utomo, seorang pelaku UMKM di Kelurahan Kratonan. Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM di wilayah tersebut yang belum menggunakan metode pembayaran digital seperti QRIS. Padahal, QRIS menawarkan kemudahan dan efisiensi yang tinggi dalam transaksi keuangan, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Maksud dan tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran di UMKM, yang diharapkan dapat mendukung perkembangan sistem pembayaran yang lebih modern dan inklusif. QRIS sendiri merupakan inovasi yang memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran digital hanya dengan satu kode QR, sehingga lebih praktis dan efisien. Program ini dilaksanakan pada tanggal24 Juli 2024, di mana Ahmad secara langsung mendatangi UMKM yang menjadi target. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad memberikan edukasi kepada pelaku UMKM tentang manfaat dan cara kerja QRIS. Edukasi ini mencakup penjelasan mengenai keuntungan penggunaan QRIS, seperti peningkatan efisiensi transaksi, keamanan, dan kemudahan dalam pencatatan transaksi keuangan. Selain memberikan edukasi, Ahmad juga membantu pelaku UMKM dalam proses pendaftaran QRIS. Proses ini dilakukan melalui aplikasi atau layanan dari bank dan penyedia jasa keuangan yang bekerjasama. Langkah-langkah yang ditempuh mencakup pengisian data usaha, verifikasi identitas dan usaha, hingga pembuatan QR code yang nantinya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Setelah QR code berhasil dibuat, Ahmad membantu UMKM dalam pemasangan dan integrasi QRIS di tempat usaha mereka. Ia juga memastikan bahwa pelaku UMKM memahami cara penggunaan QRIS dan dapat mengoptimalkan fitur-fitur yang ada untuk mendukung operasional usaha mereka. Kegiatan KKN ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital di sektor UMKM di Kelurahan Kratonan. Dengan semakin banyaknya UMKM yang menggunakan QRIS, diharapkan ekosistem pembayaran digital di wilayah ini akan semakin berkembang, memberikan manfaat jangka panjang bagi para pelaku usaha dan masyarakat sekitar.