BEIJING - Raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, mencatat pendapatan 467,82 miliar yuan (1 yuan = Rp2.634) selama paruh pertama (H1) tahun ini. Angka tersebut meningkat 9,55 persen secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan laporan semesteran perusahaan yang diterbitkan pada Senin (31/8). Pada periode Januari hingga Juni, Huawei juga meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan (litbang) menjadi 121,38 miliar yuan. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat perusahaan untuk periode yang sama dan naik 25,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Alokasi litbang itu setara dengan 25,94 persen dari keseluruhan pendapatan Huawei. Dalam pernyataan terpisah yang dirilis sebelumnya, Huawei menyampaikan komitmennya untuk terus memperbesar investasi litbang pada sejumlah bidang strategis. Fokus tersebut meliputi konektivitas, komputasi, awan (cloud), perangkat terminal, pengemudian cerdas, serta kecerdasan buatan (AI). Huawei juga berkomitmen menggabungkan kemampuan AI dan aspek keamanan ke dalam seluruh produk serta jaringannya. Langkah tersebut ditujukan untuk semakin memperkuat daya saing utama perusahaan di tengah perkembangan teknologi.