JAKARTA - Produsen ban asal Tiongkok, Yosun Tire and Rubber, menyatakan komitmen untuk menanamkan investasi sebesar Rp4 triliun guna membangun fasilitas manufaktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Komitmen tersebut diumumkan dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta pada Kamis (27/8) pekan lalu. Rencana investasi itu mencakup pembangunan fasilitas produksi di lahan seluas 40 hektare. Proyek tersebut diperkirakan mampu membuka sekitar 4.000 lapangan pekerjaan. Selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, fasilitas tersebut juga akan difungsikan sebagai kantor pusat Yosun di Indonesia. "Indonesia memiliki potensi yang besar dan posisi yang penting dalam pengembangan bisnis kami. Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang. Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor," ujar General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia Weng Jisheng dikutip dari keterangan resmi. Masuknya investasi Yosun diperkirakan semakin memperkuat industri manufaktur dan ekosistem otomotif di KEK Industropolis Batang. Kawasan yang berada di pesisir utara Pulau Jawa tersebut sebelumnya juga menjadi lokasi investasi produsen baterai lithium iron phosphate (LFP) asal Tiongkok, LBM New Energy, pada paruh kedua tahun lalu. Investasi awal LBM New Energy senilai Rp1,5 triliun itu akan dibangun di atas lahan seluas 31,72 hektare dan diproyeksikan menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, KEK Industropolis Batang semakin banyak menerima penanaman modal dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok. Tidak hanya industri otomotif, berbagai bidang usaha lain turut memperluas aktivitasnya di kawasan tersebut, di antaranya manufaktur furnitur luar ruangan dan produksi benang ramah lingkungan.