JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND dan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) menggebrak bisnis logistik nasional dengan meluncurkan AgriPost untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan bahan pangan murah langsung ke masyarakat. Sebagai langkah awal, outlet pertama AgriPost resmi diperkenalkan melalui acara soft launching di Kantor Pos KCU Flora, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026). 5 Dampak Nyata AgriPost untuk Masyarakat dan Petani Direktur Operasi PT Pos Indonesia, Donny Maya Wardhana, menyatakan bahwa kehadiran AgriPost memberikan nilai tambah yang besar, baik untuk internal perusahaan maupun masyarakat luas dalam ekosistem pertanian nasional. Donny mengungkapkan bahwa ada lima manfaat utama kehadiran AgriPost bagi masyarakat dan sektor pertanian eksternal. Manfaat pertama adalah mendukung terciptanya kesetaraan harga yang adil bagi pemasok di hulu hingga konsumen di hilir. Kedua, memberikan akses pasar baru bagi para petani lokal tanpa perlu mencari tempat pemasaran tambahan. Ketiga, menjamin keterjangkauan harga pangan murah tidak hanya di kota besar, tetapi juga di kota sekunder (kedua) dan tersier (ketiga). Keempat, distribusi logistik diklaim akan jauh lebih efisien memanfaatkan target ekspansi hingga 2.000 kantor pos di berbagai daerah. "Karena seperti yang sudah disampaikan bahwa salah satu yang menjadi challenge itu adalah distribusi. Dengan adanya titik pos ini distribusinya diharapkan lebih efisien, Rumah Tani atau petani tidak perlu mencari tempat baru untuk memasarkan produk," beber Donny. Manfaat kelima, konsumen dapat berbelanja secara langsung (offline) di outlet AgriPost maupun memesan secara daring (online). Sementara bagi internal PT Pos Indonesia, Donny menyebut kerja sama dalam penyediaan pangan murah ini menjadi pendorong transformasi bisnis yang signifikan. Pengunjung kantor pos kini tidak hanya bisa mengirim surat atau membayar tagihan (PPOB), tetapi juga bisa membeli sayuran murah dengan opsi pengiriman langsung (delivery). Selain itu, kehadiran AgriPost juga menjadi sarana pemenuhan kebutuhan pokok harian bagi lebih dari 20.000 karyawan dan 18.000 mitra Pos Indonesia. Manajemen melihat integrasi layanan ini sebagai momentum penting bagi penguatan bisnis internal. "Kami melihat ini sebagai kerja sama yang sangat strategis. Tidak hanya membantu program pemerintah, petani, dan Rumah Tani Nusantara, tetapi juga memberikan keuntungan nyata bagi Pos Indonesia," jelas Donny. Peta Target Pembangunan Outlet AgriPost Sebagai langkah awal implementasi program AgriPost, Rumah Tani Nusantara dan PT Pos Indonesia menargetkan mendirikan 100 titik outlet pada Agustus 2026 di wilayah Jabodetabek. Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, menyatakan bahwa ekspansi ini akan dilakukan secara agresif namun bertahap. Setelah menyasar wilayah Jabodetabek bulan ini, kolaborasi tersebut dibidik mampu mendirikan sekitar 300 outlet hingga akhir tahun. "Bulan ini 100 (outlet) di Jabodetabek. Target tahun ini sekitar 300, lalu berkala sampai 2029 ada 2.000 titik dan 500 hub di seluruh Indonesia," ungkap Fahdel Akbar. Proyeksi jangka panjang hingga tahun 2029 menyasar integrasi yang lebih luas. Jaringan ini ditargetkan mencakup 2.000 outlet pos dan 500 gudang atau hub distribusi yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Fahdel menambahkan bahwa proses implementasi di lapangan akan berjalan sangat dinamis. Strategi perluasan tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, melainkan dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah strategis lainnya di luar Jawa secara berkesinambungan. "Yang jelas kita tidak hanya buka di Jawa saja, tetapi di seluruh Indonesia secara bertahap. Jadi tergantung juga dari strategi RTN dan kesiapan kantor-kantor kami. Nanti kita juga akan buka di Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan," pungkasnya. Mengenal AgriPost AgriPost merupakan program jaringan outlet pangan fisik dan digitalisasi yang berfungsi sebagai tempat operasi pasar pangan murah. Mengusung tagline "Lumbung Pangan Rakyat", program ini bertujuan memperkuat rantai pasok pangan nasional, mendukung pemberdayaan petani lokal, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pertanian dari hulu ke hilir. Lewat sinergi ini, kedua pihak membangun sistem Supply Chain Management (SCM) secara terintegrasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk pertanian berkualitas secara berkelanjutan. Dalam kerja sama ini, Pos Indonesia menyediakan infrastruktur logistik terpadu yang meliputi penjemputan di titik kumpul (hub), transportasi, bongkar muat, hingga pemanfaatan kantor pos daerah sebagai outlet fisik pangan. Sementara itu, Rumah Tani Nusantara bertindak sebagai offtaker yang mengelola ekosistem pertanian terintegrasi, melakukan pendampingan teknologi, serta menyerap langsung hasil panen dari puluhan ribu mitra petani.