JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dunia kerja tengah mengalami pergeseran besar. Banyak perusahaan mulai meninggalkan syarat ijazah dan beralih ke skills-based hiring, atau rekrutmen berbasis keterampilan. Tren ini semakin kuat menjelang 2026 dan menjadi salah satu tren rekrutmen 2026 yang paling banyak dibicarakan kalangan HR modern. Apa Itu Skills-Based Hiring? Skills-based hiring adalah pendekatan seleksi karyawan yang menilai kemampuan nyata pelamar, bukan sekadar gelar akademik. Perusahaan menilai kompetensi teknis, portofolio, sertifikasi, hingga pengalaman kerja langsung. Pendekatan ini berbeda dari metode lama yang menjadikan ijazah sebagai penyaring utama. Kenapa Tren Ini Berkembang? Ada beberapa alasan utama. Pertama, banyak peran kerja kini menuntut keterampilan teknis dan digital yang berubah cepat, sehingga kurikulum kampus sering tertinggal. Kedua, perusahaan ingin memperluas kolam talenta agar tidak kehilangan kandidat potensial hanya karena tak punya gelar sarjana. Sejumlah perusahaan teknologi dan jasa keuangan besar dilaporkan telah menghapus syarat gelar sarjana untuk banyak posisi kerja, dan tren ini kini merambah dari sektor teknologi ke bidang keuangan, penerbangan, hingga ritel. Ketiga, riset menunjukkan penilaian berbasis keterampilan dapat memprediksi kinerja kerja lebih baik dibanding gelar. Namun, praktik ini belum sepenuhnya merata. Riset Harvard Business School bersama Burning Glass Institute menemukan bahwa penghapusan syarat gelar rata-rata hanya menaikkan proporsi pekerja tanpa gelar sarjana sekitar 3,5 poin persentase. Artinya, sebagian perusahaan baru mengubah kebijakan di atas kertas, belum sepenuhnya mengubah praktik seleksi di lapangan. Dampak bagi Talent Acquisition dan Kandidat Bagi tim talent acquisition, skills-based hiring membuka akses ke talenta yang lebih beragam sekaligus mempercepat proses seleksi. Bagi kandidat, pendekatan ini menuntut portofolio dan bukti keterampilan yang jelas, bukan hanya riwayat pendidikan. Perusahaan yang serius menerapkan pendekatan ini juga perlu memperhatikan candidate experience, mulai dari proses asesmen yang adil hingga transparansi kriteria penilaian, agar kandidat merasa dinilai secara objektif. Bukan Tanpa Tantangan Meski menjanjikan, sejumlah profesi seperti kedokteran, hukum, dan teknik tetap mensyaratkan kredensial formal karena alasan regulasi. Skills-based hiring karena itu bukan pengganti mutlak, melainkan pelengkap sistem seleksi yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.