JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM bersama berbagai dinas terkait di daerah kembali menggencarkan program digitalisasi pasar rakyat dan pelaku usaha mikro sepanjang pekan ini. Langkah strategis tersebut dilakukan untuk membantu pedagang tradisional mengadopsi sistem transaksi nontunai sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital. Dalam pelaksanaannya, pengelola pasar dan komunitas lokal turut memberikan pendampingan teknis kepada para pedagang. Pelatihan mencakup penggunaan platform e-commerce, pengelolaan keuangan secara digital, hingga pemanfaatan sistem pembayaran QRIS yang semakin diminati konsumen dari berbagai kelompok usia. Transformasi digital dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional yang menghadapi persaingan ketat dengan pusat perbelanjaan modern. Dengan terhubung ke ekosistem digital, pedagang lokal tidak lagi hanya mengandalkan konsumen yang datang langsung ke kios. Mereka juga dapat menerima pesanan dan melayani pembeli dari luar wilayah, termasuk antarkecamatan hingga lintas daerah. Capaian positif program tersebut mulai terlihat dari peningkatan omzet harian sejumlah pelaku UMKM yang berhasil memperluas pasar melalui kanal digital. Sinergi berkelanjutan antara pemerintah, perbankan, pengelola pasar, dan komunitas lokal diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan. Melalui digitalisasi, pasar rakyat dan pelaku usaha mikro diharapkan semakin mandiri, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan perilaku konsumen.