KEMLATEN, NETRALNEWS.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang atau yang kini disebut UM BBM (Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat) menggelar program kerja bertajuk MAK JELITA (Mak-Mak Jelantah Inovatif dan Taat Lingkungan) di Desa Kemlaten, Minggu (6/7/2026). Kegiatan yang menyasar kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kemlaten ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang bahaya minyak jelantah sekaligus mengolahnya menjadi produk bernilai guna. Program Kerja MAK JELITA diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara yang berisi doa, sambutan, serta penyampaian tujuan pelaksanaan pelatihan. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Pada sesi materi, peserta diberikan edukasi mengenai dampak penggunaan minyak jelantah secara berulang terhadap kesehatan serta dampak pembuangan minyak jelantah ke lingkungan. Selain itu, pemateri juga menjelaskan potensi minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual. Melalui penyampaian materi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pengelolaan limbah secara bijak sekaligus melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan dari lingkungan sekitar. Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Perendaman minyak jelantah menggunakan arang selama kurang lebih 3 malam. Dengan tujuan membantu mengurangi bau minyak jelantah dan membantu memperbaiki warna minyak. Setelah proses perendaman selesai, minyak jelantah disaring untuk memisahkan kotoran dan arang. Kemudian dilakukan penambahan bleaching powder dan didiamkan selama kurang lebih 24 jam. Tahapan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN sebelum kegiatan berlangsung. Bersama kader PKK, dilakukan pencampuran minyak jelantah hasil pemurnian dengan stearic acid agar minyak jelantah dapat memadat membentuk lilin dengan cara dipanaskan dan diaduk hingga tercampur rata. Setelah penambahan stearic acid ditambahkan pewarna lilin dengan melelehkan krayon (oil pastel) Sambil diaduk, dilakukan penambahan minyak esensial sebagai pemberi aroma pada lilin. Setelah semuanya tercampur rata, segera cetak campuran lilin ke dalam pot lilin yang telah dipasang sumbu sebelum mengeras. Pendinginan hingga lilin mengeras. Dengan pendampingan mahasiswa UM BBM, peserta mengolah minyak bekas yang biasanya dibuang menjadi lilin bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif berdiskusi mengenai cara memperoleh bahan baku dan teknik pembuatan maupun peluang pemasaran produk. "Awalnya saya pikir minyak jelantah itu sudah tidak berguna. Ternyata bisa diolah jadi lilin yang cantik dan wangi” ujar salah satu kader PKK Desa Kemlaten usai mengikuti praktik. Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya sesi ice breaking yang dikemas melalui kegiatan interaktif untuk mencairkan suasana dan mengurangi ketegangan setelah pemaparan dan praktik langsung. Selain itu, tim UM BBM juga melakukan dokumentasi kegiatan melalui foto bersama dan pembuatan konten video sebagai bagian dari publikasi program pengabdian kepada masyarakat. Sebagai penutup, tim UM BBM Desa Kemlaten membagikan hasil lilin buatan peserta untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh sekaligus pengingat bahwa limbah dapur dapat disulap menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tim pelaksana. Ketua pelaksana UM BBM Desa Kemlaten menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan dari masyarakat Desa Kemlaten. “Kegiatan ini merujuk pada pemanfaatan limbah rumah tangga yakni minyak jelantah yang biasanya dibuang, dapat digunakan sebagai alternatif produk yang bermanfaat. Pelatihan ini juga mampu menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar”, ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UM BBM berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta mampu memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk kreatif yang bermanfaat. Pelatihan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.