(THE PLUME) "Ini adalah hadiah," kata si Kurcaci, Saat sesuatu jatuh di kepala gadis kecil itu— "Sebilah bulu emas dengan garis-garis perak Dari Burung Jauh yang bernyanyi untuk bintang-bintang; Bulu yang indah untuk kau gunakan sesukamu, Kawan yang beruntung di puncak bukit! Sematkanlah di rambut ikalmu; Cinta akan menyusul dan mendapati rupamu rupawan. Letakkan di tangan Para Bijak; Mereka akan membayarmu dengan emas dan tanah. Pasangkan sayap pada panah dengan benda ajaib ini, Dan jatuhkan Ketenaran dengan sayap yang patah. Banyak keajaiban lain yang bisa dilakukan bulu ini, Namun aku takkan mau repot-repot, jika aku jadi dirimu!" Kini gadis kecil yang unik di puncak bukit Memotong bulu itu menjadi pena yang bergeretak— Bulu emas dengan garis-garis perak Dari Burung Jauh yang bernyanyi untuk bintang-bintang! Ia menulis dan terus menulis, siang dan malam, Hal-hal menakjubkan yang dipaksakan bulu itu untuk ia katakan— Kisah-kisah ajaib dan rima-rima imajinatif, Perbuatan-perbuatan masa lalu dari zaman yang lampau, Diceritakan untuk anak laki-laki dan perempuan yang riuh, Dengan rambut berponi dan berkepang, berhias jepit dan ikal. Anak-anak tertawa, bertepuk tangan, dan berteriak— "Ceritakan lagi! Ceritakan lebih banyak lagi!" Kemudian gadis kecil yang unik itu merasa bangga dan bahagia, Dan inilah manfaat dari hadiah yang dimilikinya— Bulu ajaib dari Burung yang Jauh. Namun si Kurcaci mendesah, karena tak sepatah kata pun Sampai ke rumah yang sibuk di puncak bukit itu Tentang sanjungan cinta, kekayaan, atau ketenaran. (THE WOODSY ONES) Dengar mereka merayap, merayap, merayap, menembus lumut dan semak belukar, Makhluk-Makhluk Hutan yang takkan pernah bisa kulihat! Kini mereka mematahkan ranting dan ragu, kini mereka tertawa dan berbisik "Sst!" Saat mereka menghindari kepalanya di balik pohon. Dengar mereka menari, menari, menari, di rerumputan saat aku terlelap di ranjang, Dan bernyanyi di jendelaku di bawah sinar bulan! Oh, musik peri bergelembung di kepalaku yang pusing dan kecil ini, Dan aku hanyut ke dalam Ketiadaan terlalu cepat! (THE WEE KNITTER) Klik! Klik! Klik! Dengarkan jarum-jarum yang merajut cepat Dari si Penenun mungil di bawah mentari. Di atas ujung-ujung jari perinya terbentang Benang-benang halus pintalan laba-laba penyihir tua Di sarangnya di jantung sekuntum bunga Di jam yang diterangi bulan. Klik! Klik! Klik! Si Penenun yang sangat mungil itu serba hijau, Berambut serabut ilalang, Dan bersepatu kelopak bunga di jari-jari peraknya Yang ia ayun-ayunkan di udara, Dari tempat bertenggernya di atas mawar yang bergetar, Merajut tak kasat mata. Klik! Klik! Klik! Jarum-jarum ramping dari kayu pinus Menebarkan keharuman rempah saat bergerak, Ke sana kemari, Di bawah sinar matahari yang manis, Merajut rahasia yang hanya diketahui sedikit orang, Dari jaring-jaring sihir yang tak bisa diintai Oleh mata manusia. Klik! Klik! Klik! Tawa peri terdengar jernih dan liar, Saat dengan antusias jarum-jarum itu merajut, Simpul demi simpul dan demi sedikit, Sebuah pundi-pundi tak kasat mata untuk menyimpan Bukan emas— Melainkan sekeping keberuntungan untuk seorang anak manusia. Apakah kau mendengar, apakah kau mendengar, Wahai Yang Beruntung, Si Penenun mungil di bawah sinar mentari? Klik! Klik! Klik! (A CHARM SAID UNDER AN OAK) Deus Robur Meus. Pohon Ek, dengan kelurusanmu, Pohon Ek, dengan keutuhanmu, Pohon Ek, dengan pendar terangmu, Teguhkan hatiku! Bantulah aku! Berakar di bumi yang penuh gairah, Bermahkotakan biru surgawi, Mengembuskan cinta yang tak terkatakan, Lindungi aku! Teduhkan aku! Dengan kekuatanmu yang manis, Dengan kedamaianmu yang sejuk, Dengan sukacitamu yang hijau, Sentuhlah aku dan getarkan aku! Jiwa kesabaran, Jiwa keberanian, Jiwa kebijaksanaan, Selimuti aku! Penuhi aku! Pohon ek pelega lara, Pohon ek pemberi tenaga, Pohon ek yang rela berkorban, Ilhami dan ceriakan aku! Pohon kehidupan hijau yang indah, Pohon harapan tinggi yang bahagia, Pohon kebaikan besar yang suci, Oh, kuduskanlah aku! Deus Robur Meus. (FAIRY RING) Aku melangkah ke dalam lingkaran peri, Di mana warnanya hijau, sangat hijau. Lalu kudengar getar denting lonceng peri, Dan nyanyian dari Sang Ratu Peri. Rahasia yang ia gumamkan padaku, Mengikuti denting lonceng peri, Begitu manis, sangat manis sampai kau takkan percaya, Jika aku mencoba menceritakannya. Namun melangkahlah bersamaku ke lingkaran peri, Dan pegang erat tanganku; Lalu kita mungkin akan mendengar hal yang lebih indah, Dan kita berdua akan mengerti.