JAKARTA - Di era informasi yang super cepat seperti sekarang, hampir semua orang tahu apa itu hidup sehat. Mereka tahu kalau junk food kebanyakan itu buruk, tahu kalau tidur cukup itu penting, tahu juga kalau olahraga rutin bisa bikin tubuh lebih bugar. Tapi tetap saja, banyak yang tidak melakukannya. Kenapa? Karena masalahnya bukan di pengetahuan, tapi di kepedulian. Ada orang yang tahu bahayanya merokok, tapi tetap merokok. Tahu soda dan gorengan bisa memicu kolesterol tinggi, tapi tetap jadi menu harian. Tahu tubuh butuh istirahat, tapi tetap bergadang nonton video kucing sampai jam 3 pagi. Itu semua bukan karena mereka tidak tahu, mereka tahu, bahkan kadang lebih tahu dari yang rajin hidup sehat. Tapi ya itu, mereka tidak peduli. Sebagian orang merasa efeknya belum terasa sekarang. Mereka berpikir, “Ah, santai aja, nanti juga sehat lagi,” atau “Hidup sudah susah, masa nggak boleh makan enak sedikit?” Pola pikir seperti ini membuat hidup sehat jadi semacam pilihan yang bisa ditunda, sampai akhirnya tubuh mulai protes, dan semuanya terlambat. Ada juga yang merasa hidup sehat itu repot dan mahal. Padahal, kadang yang dibutuhkan cuma niat sederhana misalnya saja pilih naik tangga daripada lift, minum air putih daripada soda, tidur cukup daripada scroll medsos sampai dini hari. Tapi ya, itu tadi... tahu aja tidak cukup kalau tidak diikuti peduli dan disiplin. Jadi, hidup sehat itu bukan tentang seberapa banyak informasi yang kamu tahu, tapi seberapa besar kamu menghargai tubuhmu sendiri. Pengetahuan bisa dicari, tapi kepedulian? Itu harus dilatih dan dimulai dari diri sendiri. Karena pada akhirnya, yang paling rugi kalau sakit bukan orang lain, tapi kamu sendiri.