JAKARTA — Kemampuan logika, analisis terstruktur, dan pemecahan masalah (problem solving) sejak usia dini merupakan fondasi utama bagi lahirnya talenta teknologi masa depan. Hal ini dibuktikan oleh Rajendra Pangarep (8 tahun), siswa kelas 3 Full English Program (FEP) Jubilee School Jakarta, yang berhasil menunjukkan ketajaman berhitung dan logika berpikir di tingkat internasional. Pada kejuaraan 24th Long Yun Cup Abacus & Mental Arithmetic Championships 2026 yang digelar pada 29 Agustus 2026 di Malaysia, Rajendra berhasil menembus papan atas dunia dengan menyabet dua gelar sekaligus: Peringkat 4 National Group Malaysia dan Peringkat 5 Runner Up Elite Group Internasional. Ajang ini diikuti lebih dari 1.300 peserta dari 9 negara, termasuk negara-negara yang dikenal kuat dalam penguasaan sains dan teknologi seperti China, Taiwan, dan Singapura. MENTAL SEBAGAI ALGORITMA BERPIKIR Penguasaan metode abacus (sempoa) dan aritmetika mental selama dua tahun terakhir terbukti mengasah cara kerja otak Rajendra layaknya eksekusi algoritma: cepat, presisi, dan minim eror. Dalam kompetisi berkecepatan tinggi tersebut, peserta dituntut memproses kalkulasi kompleks secara visual dan memori kerja (working memory) tanpa alat bantu dalam waktu sangat singkat. Keahlian berhitung cepat dan manipulasi simbolik angka ini menjadi modal berharga bagi Rajendra yang bercita-cita menjadi seorang Software Engineer profesional di masa depan. Didampingi tim pengajar Sugaku Indonesia—Teacher Rifqi, Mita, dan Naza—Rajendra berlatih disiplin empat kali seminggu selama dua jam per sesi. Fokus latihannya tidak hanya pada kecepatan hasil, tetapi juga pada struktur berpikir yang rapi. "Metode matematika mental melatih pemrosesan data di otak secara paralel dan terstruktur. Ini sangat relevan dengan logika pemrograman, di mana ketelitian serta kemampuan memecahkan masalah kompleks menjadi kunci utama," jelas tim Sugaku Indonesia. DUKUNGAN ORANG TUA UNTUK TALENTA DIGITAL MASA DEPAN Kedua orang tua Rajendra, Sandy dan Novi, mendukung penuh minat sang buah hati pada bidang matematika dan logika sejak kecil. Menurut mereka, penguasaan STEM (Science, Technology, Engineering, & Mathematics) sejak usia dini merupakan investasi karakter yang sangat penting. "Kami melihat bagaimana ketertarikan Rajendra pada logika dan angka terus berkembang. Pencapaian di Malaysia ini menjadi batu pijakan awal yang bagus bagi mimpinya untuk berkarier di dunia rekayasa perangkat lunak kelak," ungkap Sandy dan Novi. Dengan raihan dua trofi internasional dari kejuaraan Long Yun Cup 2026, Rajendra Pangarep membuktikan bahwa pembentukan talenta teknologi masa depan Indonesia bisa dimulai dari fondasi logika yang kuat sejak usia sekolah dasar.