JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Banyak orang mengira memilih jurusan kuliah itu seperti membuka jalan hidup. Tapi data terbaru memperlihatkan hal lain. Ada lulusan yang merasa pilihan jurusannya tidak sesuai setelah bekerja. Menurut survei dari ZipRecruiter, ada 1.500 lulusan angkatan 2025 dan 1.500 mahasiswa yang akan lulus pada 2026. Hasilnya menunjukkan kira kira 1 dari 5 lulusan baru merasa menyesal dengan jurusan yang diambil. Dari semua kelompok, liberal arts paling sering disebut sebagai sumber penyesalan. Berikut 10 bidang yang paling sering dilaporkan membuat lulusan menyesal Persentase berikut adalah bagian lulusan yang menyatakan penyesalan paling tinggi. 1. Ilmu politik, hubungan internasional, atau kebijakan publik: 46,3 persen 2. Komunikasi, studi media, atau hubungan masyarakat: 39,2 persen 3. Studi interdisipliner atau studi umum: 35 persen 4. Ilmu fisika, kimia, atau ilmu kebumian: 34,1 persen 5. Kriminologi atau penegakan hukum: 30,8 persen 6. Sosiologi, antropologi, atau pekerjaan sosial: 30,2 persen 7. Kesehatan masyarakat atau administrasi kesehatan: 29,8 persen 8. Biologi, ilmu saraf, atau genetika: 28,4 persen 9. Bahasa Inggris, sastra, atau jurnalistik: 28,3 persen 10. Sejarah atau filsafat: 27,3 persen Kenapa penyesalan itu muncul? Penyesalan ini tidak selalu berarti jurusan itu jelek atau tidak menjanjikan. Masalahnya lebih sering terkait dengan jarak antara bayangan saat kuliah dan kenyataan di pasar kerja setelah lulus. Saat mulai mencari kerja, lulusan baru harus bersaing ketat. Di saat yang sama, peluang untuk posisi tingkat pemula juga ikut turun. Situasi ini membuat sebagian lulusan mempertanyakan lagi apakah jurusan yang dipilih dulu benar benar mengarah ke karier yang mereka cari. Faktor penghasilan juga berpengaruh. Survei yang sama menemukan lulusan kesehatan masyarakat atau administrasi kesehatan menerima penghasilan awal rata-rata 43,8 persen lebih rendah dari perkiraan mereka. Sementara lulusan pertanian, ilmu lingkungan, sumber daya alam, bahasa Inggris, sastra, dan jurnalistik memperkirakan pendapatan sekitar 30 persen lebih tinggi dibanding yang akhirnya mereka dapatkan. Jurusan Kuliah Bukan Satu-satunya Penentu Masa Depan Data tersebut sebaiknya tidak dibaca sebagai daftar jurusan yang harus dihindari. Justru, temuan ini menunjukkan pentingnya mahasiswa memahami prospek pekerjaan, keterampilan yang dibutuhkan industri, peluang magang, serta kemungkinan karier lintas bidang sebelum memilih program studi. Menariknya, survei juga menemukan lulusan keperawatan memiliki prospek yang relatif kuat. Hampir sepertiga lulusan keperawatan telah mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda, dengan median gaji awal mencapai 70.000 dolar AS per tahun dalam survei tersebut. Pada akhirnya, jurusan kuliah memang penting, tetapi kemampuan mengembangkan keterampilan tambahan, pengalaman kerja, jejaring profesional, dan kemampuan beradaptasi juga dapat menentukan perjalanan karier seseorang.