JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026 mengalami sejumlah penyesuaian yang perlu diperhatikan calon peserta. Selain perubahan tahapan pendaftaran, Kemendikdasmen juga melakukan penyempurnaan teknis pelaksanaan, termasuk menambah durasi pengerjaan soal menjadi 75 menit. Perubahan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan TKA sebelumnya. Pemerintah berharap penyesuaian ini membuat peserta memiliki waktu yang lebih memadai untuk memahami soal dan memberikan jawaban secara optimal. Jadwal TKA SMA 2026 Terbaru Berdasarkan informasi resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pendaftaran TKA untuk jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat berlangsung pada 27 Juli hingga 27 September 2026. Setelah pendaftaran, peserta akan mengikuti simulasi pada 21–27 September 2026. Tahap berikutnya adalah gladi bersih yang dijadwalkan pada 5–18 Oktober 2026. Pelaksanaan utama TKA berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sementara itu, peserta yang berhalangan mengikuti jadwal utama mendapat kesempatan mengikuti pelaksanaan susulan pada 16–29 November 2026. Hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026. Durasi TKA SMA 2026 Ditambah Salah satu perubahan yang paling menarik perhatian adalah durasi pengerjaan. Kemendikdasmen menetapkan waktu pengerjaan menjadi 75 menit. Kebijakan tersebut bukan sekadar perubahan teknis. Penambahan waktu merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan TKA sebelumnya. Dengan waktu yang lebih panjang, peserta diharapkan mempunyai kesempatan lebih baik untuk membaca, memahami, menganalisis, dan menyelesaikan soal. Selain itu, pengaturan jadwal juga diperbaiki sehingga murid hanya mengerjakan satu mata pelajaran wajib setiap hari. Penyesuaian ini ditujukan agar beban peserta lebih terukur selama mengikuti asesmen. Mengapa Perubahan Ini Penting bagi Siswa? Perubahan durasi perlu dipahami sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengukuran kemampuan akademik. TKA bukan hanya persoalan seberapa cepat siswa menyelesaikan soal, tetapi juga bagaimana kemampuan akademik dapat diukur secara lebih terstandar. Kemendikdasmen menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk menghasilkan informasi capaian akademik yang dapat digunakan dalam proses seleksi pendidikan lanjutan. Karena itu, tambahan waktu 75 menit berpotensi memberi ruang bagi peserta untuk mengerjakan soal secara lebih teliti. Di sisi lain, tambahan durasi bukan berarti soal menjadi lebih mudah. Peserta tetap perlu menguasai materi dan membangun strategi pengerjaan. Kemampuan membaca soal dengan cepat, menentukan prioritas, serta menghindari kesalahan akibat terburu-buru tetap menjadi faktor penting. Persiapan Peserta Jangan Menunggu Hari Ujian Dengan pelaksanaan utama yang baru berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November, siswa masih mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri. Namun, persiapan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada latihan sebanyak mungkin. Peserta perlu memahami pola soal, mengatur waktu pengerjaan, dan melakukan simulasi dalam kondisi menyerupai ujian sebenarnya. Perubahan durasi menjadi 75 menit juga sebaiknya dimanfaatkan untuk melatih ketelitian, bukan sekadar memperpanjang waktu mengerjakan soal. Kemendikdasmen sendiri menyebut perubahan jadwal dan durasi sebagai bagian dari penyempurnaan berdasarkan evaluasi TKA tahun sebelumnya. Dengan demikian, siswa, sekolah, dan orang tua perlu menggunakan informasi terbaru sebagai acuan, bukan mengandalkan jadwal atau ketentuan TKA tahun sebelumnya.