Pernah diremehkan oleh teman dan bahkan keluarganya sendiri, Arya Sumbada Nur Rahman memilih tidak tenggelam dalam luka. Ia justru menjadikan hinaan sebagai bahan bakar untuk bangkit. Dari kegagalan, ia belajar berdiri kembali. Dari keraguan, ia menumbuhkan keyakinan. Hingga akhirnya, deretan prestasi di bidang karate, kepemudaan, dan pendidikan menjadi bukti bahwa orang yang dulu dipandang sebelah mata mampu menjelma menjadi sosok inspiratif yang disegani.