JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sean “Diddy” Combs kembali menjadi sorotan setelah kuasa hukumnya mengecam keras dokumenter terbaru Netflix berjudul Sean Combs: The Reckoning. Dokumenter empat bagian ini diproduksi oleh rapper 50 Cent, musuh lamanya, dan digambarkan sebagai tinjauan besar atas perjalanan karier sekaligus kontroversi yang menjerat sang mogul hip-hop tersebut. Dalam pernyataannya, tim hukum Diddy menyebut film itu sebagai “hit piece memalukan” yang bergantung pada rekaman pribadi yang mereka klaim dicuri. Dokumenter tersebut memuat cuplikan yang disebut “eksplosif”, termasuk momen saat Diddy berbicara dengan pengacaranya beberapa hari sebelum ditangkap. Meski sang sutradara menegaskan rekaman itu didapat secara legal, Diddy menyebut penggunaannya “tidak adil dan ilegal”. Ketegangan makin meningkat setelah pihak Diddy menuding Netflix sengaja memanfaatkan feud panjang antara sang rapper dan 50 Cent. Mereka menyatakan bahwa memberi kontrol kreatif kepada musuh lama adalah tindakan yang “sangat pribadi dan tidak perlu”. Diddy merasa dokumenter itu sengaja dibentuk untuk menyudutkan dirinya dan mengabaikan konteks sebenarnya. Selain memuat rekaman pribadi, dokumenter tersebut juga kembali mengangkat berbagai tuduhan lama, termasuk keterlibatan Diddy dalam kasus pembunuhan Tupac Shakur, tuduhan kekerasan, serta berbagai gugatan pelecehan yang selama ini telah dibantah oleh Diddy. Netflix sendiri belum memberikan komentar lanjutan, tetapi merujuk pada pernyataan sutradara yang menyebut semua materi diperoleh secara sah. Saat ini, Diddy sedang menjalani hukuman penjara 50 bulan setelah divonis bersalah atas dua dakwaan terkait prostitusi. Ia tetap bersikeras akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Sementara itu, dokumenter ini memperpanjang polemik yang telah lama membayanginya, memperlihatkan bahwa kisah Diddy masih jauh dari selesai.