JAKARTA, NETRALNEWS.COM- Aktor Dwayne “The Rock” Johnson mengatakan bahwa selama ini ia merasa terjebak dalam peran sebagai bintang film blockbuster, dan baru sekarang memiliki kesempatan untuk tampil lebih dalam dan emosional melalui film The Smashing Machine. Film ini baru saja tayang perdana di Festival Film Venesia dan sudah menuai banyak pujian dari para kritikus. Dalam film ini, Johnson memerankan tokoh nyata Mark Kerr, seorang petarung UFC terkenal di akhir 1990-an yang juga dikenal dengan julukan "The Smashing Machine". Film ini menggambarkan sisi lain kehidupan Kerr, termasuk perjuangannya melawan kecanduan dan hubungannya dengan sang kekasih, Dawn Staples, yang diperankan oleh Emily Blunt. Johnson mengatakan bahwa peran ini sangat berarti baginya secara pribadi. Ia mengaku selama ini merasa terjebak dalam dunia film yang hanya mengejar pendapatan box office. Ia menyebut bahwa industri Hollywood sering kali menempatkan aktor dalam “kategori tertentu” dan sulit memberikan kesempatan untuk menunjukkan sisi lain dari kemampuan mereka. “Selama ini saya takut untuk menggali sisi yang lebih dalam, emosional, dan mentah dari diri saya. Tapi saya sudah lama ingin melakukan ini. Kadang butuh dorongan dari orang yang kita percaya untuk menyadarkan kita bahwa kita bisa,” kata Johnson. Film The Smashing Machine disutradarai oleh Benny Safdie, yang dikenal lewat film Uncut Gems, dan menjadi proyek reuni antara Johnson dan Emily Blunt setelah mereka bermain bersama di film Jungle Cruise. Menurut Blunt, Johnson menunjukkan transformasi luar biasa dalam film ini hingga membuatnya "benar-benar tidak terlihat seperti The Rock". Para kritikus memuji akting Johnson dalam film ini. Owen Gleiberman dari Variety menyebut penampilannya sebagai "kejutan besar", sementara Robbie Collin dari Telegraph memberi nilai empat bintang dan menyebut akting Johnson sebagai "hangat, tulus, dan tanpa ego". Film ini tidak hanya fokus pada adegan pertarungan UFC, tapi juga memperlihatkan sisi kemanusiaan seorang petarung, bagaimana ia bergumul dengan kecanduan, tekanan mental, dan cinta dalam lingkungan yang keras. Johnson mengaku bahwa peran ini bukan tentang membuktikan sesuatu ke Hollywood, tetapi lebih kepada pembuktian untuk dirinya sendiri. Ia juga menambahkan bahwa ia kini lebih sadar akan keinginannya untuk membuat karya yang benar-benar ia yakini. “Saya mulai bertanya pada diri sendiri, apakah saya menjalani mimpi saya atau mimpi orang lain? Sekarang saya ingin jalani mimpi saya sendiri, dan berani menggali hal-hal yang dulu saya hindari,” tutupnya. Film ini digadang-gadang bisa membawa Johnson ke dalam bursa nominasi Oscar untuk pertama kalinya dalam kariernya. Meski persaingan tahun ini sangat ketat dengan nama-nama besar lainnya, The Smashing Machine berhasil memperlihatkan bahwa Johnson punya sisi lain yang selama ini tersembunyi di balik imej bintang aksi.