JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekitar sepertiga perempuan berusia 35 tahun ke atas tidak mengetahui apakah mereka telah memasuki fase perimenopause, menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Menopause. Perimenopause ialah masa transisi sebelum menopause dan umumnya berlangsung selama empat hingga delapan tahun. Melansir laman Health, Selasa (5/8/2026), penelitian yang dilakukan peneliti dari Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat itu melibatkan 7.640 perempuan pengguna aplikasi pelacak menstruasi dan kesuburan Flo. Hasilnya menunjukkan 34 persen responden mengaku tidak yakin berada pada tahap reproduksi yang mana. Angka tersebut mencapai 42 persen pada perempuan berusia 40 hingga 44 tahun dan 37 persen pada mereka yang mengalami gejala perimenopause yang berat. Penulis utama penelitian Yihan Xu mengatakan memahami penyebab kebingungan tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan edukasi, kesadaran, dan dukungan bagi perempuan selama masa transisi menuju menopause. Penelitian itu menunjukkan alasan paling banyak dikemukakan responden adalah sulitnya membedakan gejala perimenopause dengan kondisi kesehatan lain. Sebanyak 56 persen responden menyebut gejala yang muncul sering kali tumpang tindih dengan penyakit lain. Berbeda dengan menopause yang ditandai tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, perimenopause ditandai perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron yang dapat memunculkan beragam gejala. Selain menstruasi yang tidak teratur dan hot flashes atau sensasi panas mendadak, gejala lain dapat berupa nyeri sendi, sakit kepala, keringat malam, kenaikan berat badan terutama di area perut, hingga vagina kering. Sebanyak 28 persen responden juga mengaku belum memahami seperti apa gejala perimenopause. Selain itu, sebagian perempuan menyebut mengalami kendala saat mencari bantuan medis karena keluhannya dianggap tidak berkaitan dengan perimenopause atau dinilai masih terlalu muda untuk mengalami fase tersebut. Profesor klinis bidang obstetri dan ginekologi di University of California San Francisco School of Medicine Mindy Goldman mengatakan tidak ada satu pemeriksaan yang dapat memastikan seseorang sedang mengalami perimenopause. Menurut Goldman, diagnosis umumnya ditegakkan berdasarkan usia, perubahan siklus menstruasi, riwayat kesehatan, serta pola gejala yang dialami pasien. Goldman menambahkan tenaga kesehatan juga dapat melakukan pemeriksaan darah untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala serupa, seperti gangguan tiroid, anemia, atau diabetes, terutama bila keluhan muncul sebelum usia 40 tahun. Menurut Goldman, mengenali perimenopause lebih dini dapat membantu perempuan memperoleh penanganan yang sesuai, termasuk terapi hormon bila diperlukan untuk meredakan gejala serta membantu mencegah penurunan kepadatan tulang.