JOMBANG, NETRALNEWS.COM – Transformasi pendidikan anak usia dini tidak hanya membutuhkan metode pembelajaran yang inovatif, tetapi juga peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi. Hal tersebut menjadi fokus utama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) melalui program pengembangan Nature Studio di TK Dharma Wanita Mojokambang, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 tersebut mengintegrasikan pendekatan pendidikan Finlandia–Reggio Emilia dengan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran matematika dan sains yang lebih menarik bagi anak usia dini. Ketua Tim PKM, Khusnul Khotimah, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan bahwa pembelajaran pada jenjang PAUD seharusnya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar melalui pengalaman langsung. "Pendekatan Finlandia–Reggio Emilia dipilih karena menempatkan anak sebagai pembelajar aktif, sedangkan lingkungan belajar berfungsi sebagai the third teacher yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kecintaan terhadap alam," jelas Khusnul Khotimah. Menurutnya, pembelajaran matematika dan sains tidak cukup hanya disampaikan melalui penjelasan di dalam kelas. Anak perlu diajak mengamati, mencoba, dan menemukan konsep secara mandiri melalui aktivitas eksplorasi yang menyenangkan. Program dimulai dengan sosialisasi dan pelatihan bagi seluruh guru TK Dharma Wanita Mojokambang. Guru mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan RPPM, asesmen autentik, rubrik perkembangan anak, hingga penyusunan Learning Stories sebagai dokumentasi perkembangan peserta didik. Sebagai bagian dari penguatan kompetensi abad ke-21, tim PKM juga memberikan pelatihan penggunaan ClassDojo untuk komunikasi dengan orang tua serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan dokumentasi perkembangan anak secara lebih efektif. Inovasi utama program diwujudkan melalui pembangunan Nature Studio, yakni lingkungan belajar berbasis alam yang dilengkapi Zona Matematika dan Zona Sains. Di area tersebut tersedia berbagai media eksplorasi, seperti light table, kaca pembesar, bahan alam, dan loose parts yang mendorong anak melakukan observasi, klasifikasi, pengukuran, serta eksperimen sederhana. Pendampingan implementasi dilakukan secara langsung saat guru mempraktikkan pembelajaran bersama peserta didik. Aktivitas seperti menghitung benda alam, membandingkan ukuran, mengenali pola, mengamati tekstur dan warna menjadi bagian dari pengalaman belajar yang dirancang sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Kepala TK Dharma Wanita Mojokambang, Dewi Purnamawati, S.Psi., menilai program tersebut membawa perubahan positif terhadap proses pembelajaran di sekolah. "Nature Studio memberikan pengalaman baru bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berpusat pada anak. Kehadiran Zona Matematika dan Zona Sains mampu meningkatkan aktivitas eksplorasi peserta didik sekaligus memperkaya pengalaman belajar mereka," ujar Dewi Purnamawati. Melalui program ini, guru tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pendekatan Finlandia–Reggio Emilia, tetapi juga memiliki keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran dan asesmen perkembangan anak. Selain menghasilkan Nature Studio sebagai laboratorium belajar berbasis alam, program juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam mengembangkan inovasi pendidikan anak usia dini. Tim PKM berharap pendekatan ini dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat diterapkan di berbagai lembaga PAUD lainnya. Dengan memadukan pembelajaran berbasis eksplorasi, lingkungan alam, dan teknologi digital, anak-anak diharapkan memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sejak usia dini.