JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apa yang kamu lakukan kalau lagi bosen sama rutinitas? Ya, salah satu pelarian yang biasa kita lakukan adalah healing, liburan ke berbagai tempat wisata, hingga berburu kuliner. Duh, alih-alih healing malah kantong jebol dan angka timbangan naik nih. Coba deh alternatif healing yang lain, yaitu membatik. Kamu bisa mendapatkan ilmu, melepas stres dengan membatik di atas kain, menciptakan motif kekinian sesuai selera kamu, serta menumbuhkan rasa bangga pada diri sendiri bisa membuat sebuah mahakarya untuk digunakan. Kalau tertarik, kamu bisa main ke Rumah Batik Palbatu, di Tebet, Jakarta Selatan. Kamu akan diajari membatik oleh fasilitator berpengalaman dan sudah disediakan kain, canting, pewarna dan malam untuk membantik. Kapan lagi kan di Jakarta bisa belajar ngebatik? "Healing bisa dengan membatik. Akan ada pengalaman baru yang dirasakan. Wah ternyata saya bisa membuat batik, ada penemuan baru dalam diri. Kadang orang healing itu liburan, cari tempat bagus, makan, kalau ini pengalaman membantik," ujar Founder Rumah Batik Palbatu, Budi Dwi Haryanto, Minggu (21/8/2022). Pernyataan itu disampaikan Hary di sela-sela acara Relief Indonesia Festival 2022, yang diselenggarakan PT Relief Indonesia Gemilang bertajuk "Harmoni Indonesia-ku". Acara telah sukses diselenggarakan di Gandaria City pada 15-21 Agustus 2022, bersamaan dengan suasana Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77. Pengalaman menyenangkan dan membanggakan membuat batik selanjutnya bisa disampaikan kepada kerabat dan keluarga kamu. Tentu pengalaman ini akan jadi healing murah di Jakarta, mendapatkan ilmu dan juga karya. Bagi anak-anak, program membatik disebut sebagai basic satu dengan biaya Rp 150 Ribu. Anak-anak akan mendapatkan sebuah kain berukuran 35cm persegi, canting, malam dan pewarna, untuk selanjutnya didampingi membatik dengan durasi sekitar 2 jam. Bagi dewasa, program membatik disebut sebagai basic 2 dengan biaya Rp 250 Ribu. Peserta akan mendapatkan sebuah kain berukuran 105cm x 35cm, canting, malam dan pewarna, untuk selanjutnya didampingi membatik dengan durasi sekitar 4 jam. "Tinggal datang, bahan baku sudah disiapkan. Kalau ingin didokumentasi juga monggo (silahkan). Ini pengalaman menarik di Kota Jakarta, saya ingin ada lahirnya budaya baru dengan motif-motif batik anak muda. Hal ini harus kita bangun di Jakarta," ujar dia. Proses ngebatiknya juga nggak lama dan ribet guys, cuma lima tahap dan gampang semua. Pertama adalah proses membuat pola, kedua proses canting, ketiga pewarnaan, keempat penguncian dan kelima lorot alias melepas malam. "Bikin pola, bisa ngambil dari mana saja lalu di modifikasi sedikit. Lalu proses canting, nggak harus semua kain dicanting, bisa kombinasi dengan kuas dan cap. Pewarnaan bisa satu warna atau kombinasi. Proses penguncian cuma di kuas aja kok sama lorot untuk ngelepasin malam, kaya kita masak mi instan tinggal cemplung," jelas dia. Selain healing, Hary juga ingin membawa misi melestarikan budaya membatik dari nenek moyang. Apalagi batik sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang perlu diwariskan. "Saya ingin membatik dikenal sebagai proses yang menyenangkan. Motifnya juga bisa sesuai selera, bisa menciptakan motif baru, mengetahui selera pasar, bisa diajarkan motif kuno yang dibuat modern, jadi kiblat motif lama agar budaya juga tidak hilang. Kami juga tidak mau menghilangkan motif lama, tapi jangan juga dipaksakan pada orang yang baru belajar batik," jelas Hary. Event Harmoni Indonesiaku dipersembahkan oleh Netralnews dan Relief Indonesia, dengan mendapat dukungan dari Bank BRI.