JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jika kita melanggar larangan atau tidak menjalankan perintah Allah SWT, berarti kita berdosa. Dengan kata lain, dosa merupakan “imbalan” yang kita dapatkan atas perbuatan kita yang berlawanan dengan kehendak Allah. Dosa dalam ajaran Islam terbagi dua, yakni dosa besar dan dosa kecil. Perbuatan yang merupakan dosa besar misalnya durhaka kepada orang tua, berzina, meninggalkan shalat, dan berbuat kemusyrikan. Sedangkan perbuatan yang mendatangkan dosa kecil di antaranya berbohong, bergosip, berkata kasar, dan menyia-nyiakan makanan. Namun demikian, dosa-dosa yang tergolong kecil pun bisa menjadi besar karena 4 sebab di bawah ini, yaitu: 1. Dilakukan Terus-Menerus Dosa kecil akan menjadi besar jika dilakukan terus-menerus dan menjadi kebiasaan. Karena sudah menjadi kebiasaan, seakan-akan dosa kecil tersebut hal yang normal dan bukanlah sebuah dosa. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun kepada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus.” (HR Baihaqi) 2. Dianggap Remeh Jika seorang hamba menganggap remeh dosa kecil yang dilakukannya, maka dosa itu di mata Allah menjadi besar. Karena dengan menganggap remeh, tidak akan ada upaya darinya untuk meninggalkan dosa kecil tersebut. Anas bin Malik RA mengatakan, “Sesungguhnya kalian mengerjakan dosa di mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Rasulullah SAW menganggap dosa semacam itu sebagai dosa besar.” (HR Bukhari) 3. Bangga Melakukannya Dosa kecil yang dilakukan tanpa malu-malu, bahkan dengan rasa bangga, akan menjadi dosa besar. Secara tidak langsung, orang yang demikian telah mengajak orang lain untuk melakukan perbuatan yang sama hingga perbuatan tersebut menjadi tersebar dan dilakukan banyak orang. Rasulullah bersabda, “Setiap umatku akan diampuni kecuali yang melakukan jahr. Di antara bentuk melakukan jahr adalah seseorang yang di malam hari melakukan dosa, namun di pagi harinya ia sendiri bercerita, ‘Aku semalam telah melakukan dosa ini dan itu.’ Padahal, semalam Allah telah tutupi keburukan yang ia lakukan.” (HR Bukhari dan Muslim) 4. Dilakukan oleh Orang Alim (Berilmu) Jika orang alim atau berilmu melakukan dosa kecil, maka dosa kecil itu menjadi besar. Karena orang yang berilmu seharusnya menjadi panutan masyarakat, menjadi contoh kebaikan, bukan keburukan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa melakukan suatu amalan keburukan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR Muslim) Mudah-mudahan kita terhindar dari keempat perilaku buruk di atas.