TOKYO - Kementerian Kesehatan Jepang pada Jumat (28/8) mengumumkan bahwa negara tersebut secara resmi telah memasuki musim influenza. Awal musim flu tahun ini tercatat sebagai yang tercepat kedua sejak sistem pencatatan mulai diberlakukan pada 1999. Data kementerian menunjukkan bahwa dalam periode sepekan hingga 23 Agustus 2026, sekitar 3.000 institusi pemantauan di seluruh Jepang melaporkan total 4.094 pasien influenza. Rata-rata kasus yang tercatat mencapai 1,11 pasien per institusi, melampaui angka 1 yang digunakan sebagai indikator dimulainya musim flu. Wilayah dengan tingkat kasus tertinggi selama periode pelaporan berada di Prefektur Okinawa, Jepang bagian selatan. Daerah tersebut mencatat rata-rata 4,43 kasus per institusi. Sementara itu, Prefektur Iwate dan Aomori di kawasan timur laut Jepang menempati posisi berikutnya dengan rata-rata masing-masing 2,10 dan 2,08 kasus per institusi. Menurut catatan yang ada, tahun 2009 menjadi periode dengan awal musim influenza paling cepat setelah jumlah kasus melampaui ambang batas pada pekan 10 hingga 16 Agustus. Namun, kondisi tersebut tidak termasuk tahun 2023, ketika angka kasus influenza tetap tinggi sepanjang tahun. Menyusul peningkatan kasus tersebut, Kementerian Kesehatan Jepang mengingatkan masyarakat agar menerapkan langkah-langkah pencegahan. Upaya yang dianjurkan meliputi mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker, serta mendapatkan vaksinasi influenza.