JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Melamar kerja secara online kini sudah menjadi standar di era digital. Perusahaan lebih banyak membuka rekrutmen melalui portal karier, email, atau aplikasi khusus. Namun, fenomena yang sering terjadi adalah lamaran kerja online yang selalu ditolak, bahkan ketika pelamar merasa sudah memenuhi syarat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya sering kali bukan karena pelamar tidak kompeten, melainkan karena kesalahan fatal yang jarang disadari. Salah satu penyebab utama adalah CV yang tidak ramah sistem ATS (Applicant Tracking System). Banyak perusahaan menggunakan ATS untuk menyaring ribuan lamaran. CV dengan format rumit, tabel berlebihan, atau desain kreatif justru membuat sistem gagal membaca data. Akibatnya, lamaran langsung gugur sebelum sampai ke HRD. Selain itu, banyak pelamar masih mengirim surat lamaran generik. HRD bisa melihat apakah surat lamaran relevan dengan posisi yang dilamar. Surat yang tidak disesuaikan membuat pelamar terlihat tidak serius. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah hal-hal sepele namun fatal, seperti alamat email yang tidak profesional, nama file CV berantakan, atau dokumen tanpa format rapi. Ditambah lagi, banyak pelamar terburu-buru saat mengisi formulir online sehingga salah memasukkan data atau melewatkan kolom wajib. Poin Inti yang Perlu Diperhatikan Gunakan CV sederhana yang mudah dibaca ATS. Sesuaikan surat lamaran dengan posisi dan perusahaan. Gunakan email profesional dan nama file rapi. Lamaran yang ditolak berulang kali membuat pelamar kehilangan kepercayaan diri. Padahal, peluang kerja yang seharusnya terbuka bisa tertutup hanya karena detail teknis. Dengan memperhatikan hal-hal kecil ini, peluang lolos seleksi akan jauh lebih besar.