JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Peta persaingan ekonomi di Asia Tenggara mengalami perubahan signifikan hingga akhir Juli 2026. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, tidak ada satupun pengusaha Indonesia yang masuk dalam jajaran lima orang terkaya di kawasan ASEAN. Berdasarkan data pemeringkatan kekayaan real-time per 31 Juli 2026, lima posisi teratas dikuasai oleh miliarder dari Vietnam, Filipina, Thailand, dan Singapura. Total gabungan kekayaan kelima tokoh tersebut mencapai angka fantastis 107,9 miliar dolar AS. Kondisi ini berbalik 180 derajat dibandingkan dengan awal tahun 2026, ketika empat dari lima orang terkaya Asia Tenggara masih berasal dari Indonesia. Hilangnya nama-nama pengusaha Tanah Air dari papan atas persaingan kekayaan regional menjadi sorotan utama dalam peta ekonomi kawasan. Fenomena absennya pengusaha Indonesia dari lima besar kekayaan Asia Tenggara sebenarnya bukan kali pertama terjadi pada tahun ini. Pada 26 Juni 2026, kondisi serupa juga tercatat, dimana lima posisi teratas ditempati oleh miliarder asal Vietnam, Singapura, Filipina, dan Thailand. Namun, jika menilik data historis dari daftar tahunan majalah Forbes, kejadian terakhir kali Indonesia tidak memiliki wakil di lima besar terjadi pada tahun 2015, atau sekitar 11 tahun yang lalu. Pada daftar Forbes 2015, lima orang terkaya Asia Tenggara adalah Henry Sy dari Filipina dengan kekayaan 14,2 miliar dolar AS, Dhanin Chearavanont dari Thailand 13,6 miliar dolar AS, Charoen Sirivadhanabhakdi dari Thailand 13,2 miliar dolar AS, Robert Kuok dari Malaysia 11,3 miliar dolar AS, dan Ananda Krishnan dari Malaysia 9,7 miliar dolar AS. Saat itu, pengusaha Indonesia terkaya, Budi Hartono, tercatat memiliki kekayaan 9 miliar dolar AS. Angka tersebut masih di bawah duo properti asal Singapura, Robert dan Philip Ng, yang mengantongi 9,6 miliar dolar AS. Melihat lebih jauh ke belakang, Indonesia bahkan tercatat absen selama tiga edisi tahunan berturut-turut pada tahun 2013, 2014, dan 2015. Pengusaha tanah air baru kembali menembus jajaran lima besar pada tahun 2016. Perlu diketahui, perbandingan historis tersebut menggunakan daftar tahunan Forbes yang diterbitkan secara periodik. Sementara itu, data akhir Juli 2026 diperoleh dari pemeringkatan real-time yang sifatnya dinamis dan dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham, kurs mata uang, serta valuasi aset seiring berjalannya waktu. Berikut adalah profil lengkap lima orang terkaya di Asia Tenggara beserta sumber kekayaan dan pencapaian bisnis mereka: 1. Pham Nhat Vuong (Vietnam) Pham Nhat Vuong, pendiri sekaligus Chairman Vingroup, berhasil mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di Asia Tenggara. Pria kelahiran 1968 ini mengantongi kekayaan sebesar 33,6 miliar dolar AS hingga akhir Juli 2026. Angka kekayaan Vuong tercatat naik sekitar 19 persen sejak awal tahun. Peningkatan tersebut sejalan dengan penguatan saham induk usahanya, Vingroup, yang melesat sekitar 29 persen sepanjang tahun berjalan. Saham anak usaha di sektor properti, Vinhomes, juga turut menguat dengan kenaikan 12,9 persen. Kinerja keuangan Vingroup pada kuartal pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pendapatan perseroan melonjak 24 persen secara tahunan. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah peningkatan penjualan kendaraan listrik VinFast, yang kini menjelma menjadi merek mobil terlaris di Vietnam. Ekspansi bisnis kelompok usaha Vuong tidak berhenti di sektor otomotif. Anak usaha Vingroup, VinSpeed, pada April 2026 mulai membangun jalur kereta cepat Hanoi-Quang Ninh dengan nilai investasi mencapai 5,7 miliar dolar AS. Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan rampung pada tahun 2028 dan diproyeksikan memangkas waktu perjalanan antara kedua wilayah dari sekitar dua jam menjadi hanya 23 menit. 2. Enrique Razon Jr (Filipina) Enrique Razon Jr., taipan pelabuhan asal Filipina, menempati posisi kedua dengan total kekayaan 21,6 miliar dolar AS. Chairman International Container Terminal Services Inc. (ICTSI) ini mengalami peningkatan kekayaan lebih dari 10 miliar dolar AS hanya dalam kurun waktu satu tahun. Saham ICTSI melonjak sekitar 66 persen secara tahunan. Lonjakan ini ditopang oleh volume perdagangan yang kuat, kenaikan tarif layanan, pertumbuhan segmen kargo, serta ekspansi jaringan pelabuhan yang agresif. Razon diketahui mengendalikan sekitar 51 persen saham ICTSI melalui kepemilikan langsung dan tidak langsung. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan ICTSI naik 29 persen menjadi 961 juta dolar AS. Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh masuknya dua terminal baru dalam portofolio perseroan, yaitu Durban Gateway Terminal di Afrika Selatan dan Batu Ampar Container Terminal di Batam, Indonesia. 3. Sarath Ratanavadi (Thailand) Sarath Ratanavadi menempati peringkat ketiga orang terkaya Asia Tenggara dengan kekayaan 17,7 miliar dolar AS. Angka ini melonjak drastis dari sekitar 5,6 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya, menjadikannya miliarder dengan penambahan kekayaan terbesar di Thailand. Lonjakan kekayaan Ratanavadi tidak terlepas dari respons positif investor terhadap transformasi bisnis Gulf Development. Perusahaan yang awalnya dikenal sebagai produsen listrik konvensional kini bertransformasi menjadi kelompok infrastruktur terintegrasi dengan portofolio bisnis yang mencakup sektor energi, telekomunikasi, perbankan, hingga pusat data kecerdasan buatan. Perlu dicatat, peringkat Sarath dapat berbeda apabila kekayaan dihitung berdasarkan kelompok keluarga. Dalam kategori tersebut, ia masih berada di bawah keluarga Chalerm Yoovidhya yang merupakan pemilik bersama merek minuman energi Red Bull, serta keluarga Chearavanont yang mengendalikan CP Group. 4. Dhanin Chearavanont (Thailand) Dhanin Chearavanont, salah satu pewaris konglomerasi CP Group, berada di posisi keempat dengan kekayaan 17,6 miliar dolar AS. Bersama saudara-saudaranya, Dhanin mengendalikan CP Group yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Thailand dengan operasi bisnis yang tersebar di lebih dari 20 negara. Bisnis kelompok usaha Chearavanont mencakup sektor pertanian, produksi makanan, ritel, telekomunikasi, properti, keuangan, dan perdagangan elektronik. Pada bulan Juli 2026, CP Group mengumumkan rencana tambahan investasi senilai 600 juta dolar AS untuk memperluas bisnis pengolahan ayam dan babi di Vietnam. Rencana investasi tersebut mencakup pelipatgandaan kapasitas kompleks pengolahan ayam di Binh Phuoc, pembangunan fasilitas baru di Provinsi Phu Tho, serta perluasan jaringan pengolahan daging babi di berbagai wilayah Vietnam. 5. Jason Chang (Singapura) Jason Chang menjadi orang terkaya di Singapura sekaligus menempati posisi kelima di Asia Tenggara dengan kekayaan mencapai 17,4 miliar dolar AS. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan kekayaannya pada akhir 2025 yang sebesar 9,1 miliar dolar AS. Lonjakan kekayaan Chang terjadi setelah saham perusahaan semikonduktor yang dipimpinnya, ASE Technology Holding, melesat sekitar 93 persen sejak awal tahun. Pada April 2026, ASE memulai pembangunan kompleks pengujian cip baru di Kaohsiung, Taiwan, dengan nilai investasi lebih dari 3,4 miliar dolar AS. Tahap pertama proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2027. ASE juga berencana menambah 15 fasilitas produksi baru guna memenuhi peningkatan permintaan cip kelas atas, terutama yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin masif. ***