JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dulu, diabetes dan gagal ginjal kerap dianggap sebagai “penyakit usia lanjut” yang umumnya muncul setelah memasuki usia 50 tahun. Namun, memasuki tahun 2026, realitas medis menunjukkan perubahan yang mengkhawatirkan. Kedua penyakit kronis ini kini semakin banyak menyerang generasi muda, bahkan mereka yang masih berada di usia produktif. Fenomena ini bukan lagi sekadar persoalan kesehatan individu, melainkan telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan generasi bangsa. Pilihan gaya hidup di usia 20-an kini bukan hanya soal tren atau penampilan, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas hidup di masa depan. Lonjakan Kasus yang Mengkhawatirkan Peningkatan kasus diabetes dan gagal ginjal pada usia muda tidak terjadi tanpa sebab. Data dari laporan BPJS Kesehatan dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 30 persen pada kasus gagal ginjal kronis di kelompok usia muda sepanjang 2024–2025. Sementara itu, prevalensi diabetes pada penduduk usia 15 tahun ke atas telah mencapai 11,7 persen. Angka tersebut menjadi sinyal peringatan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis kesehatan generasi muda. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas nasional.