JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kato Ojin Fertility Center menggelar relaunching dan rebranding menjadi Kato Ojin IVF Center (KOIC). Di selenggarakan juga press conference di RS MMC Jakarta pada (20/03/25). Dengan langkah ini, KOIC menandai adanya komitmen untuk menyediakan layanan fertilitas yang lebih terintegrasi dengan metode unggulannya, Mild Stimulation IVF. Selain itu, KOIC melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit MMC Jakarta untuk menyediakan fasilitas medis yang lengkap dan berkualitas tinggi bagi pasien yang menjalani program Vitro Fertilization/IVF. Dengan kerja sama ini, KOIC lebih siap lagi dalam memberikan layanan program hamil (IVF) yang lebih modern, nyaman, dan terjangkau. Dalam acara press conference dibuka dengan pemaparan materi dari dr. Muhammad Dwi Priangga, Sp. OG, Subsp. FER, selaku Direktur PT Kato Ojin Group serta kepala klinik KOIC. Ia memulai dengan mengenalkan tentang Infertilitas dan Metode Mild Stimulation dan menjelaskan perihal KOIC dapat menghadirkan pendekatan IVF yang alami dan efektif. Dr. Angga memulainya dengan menjelaskan definisi dari infertilitas. Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan walaupun sudah menikah bertahun-tahun dan sudah melakukan hubungan seksual dengan teratur. Dr. Angga menjelaskan dampak dari infertilitas, antara lain psikologi, kesehatan mental, kinerja, dan finansial sampai berujung perceraian. Dijelaskannya juga perihal faktor terjadinya infertilitas, diantaranya dari kualitas sperma yang kurang berkualitas, genetik, adanya infeksi pada perempuan, serta gaya hidup yang kurang baik. Menurut data KOIC, tingkat keberhasilan dari metode Mild Stimulation IVF sebanyak 62,5% lebih tinggi dibanding IVF konvensional di Indonesia yang berkisar 30-40% dan dengan menggunakan dosis obat yang rendah untuk mengurangi risiko sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS). “Kami tidak hanya fokus pada keberhasilan kehamilan, tetapi juga memastikan ibu dan anak tetap sehat sampai proses persalinan,” ujar Dr. Angga. Dalam metode IVF, mereka menggunakan dosis hormon yang lebih rendah, minim injeksi, serta rendahnya risiko komplikasi lebih rendah. Dr. Angga juga menekankan bahwa “jika pasangan suami istri mengalami gejala dan terdiagnosa mengalami infertilitas, langkah berikutnya adalah memilih metode IVF yang tepat dan mampu memberikan hasil yang maximal.” Ia juga menambahkan tentang definisi IVF atau bayi tabung, yaitu proses pembuahan yang dilakukan diluar tubuh. Metode mild stimulation akan mengikuti seperti siklus alami dari tubuh sehingga sel telur yang dihasilkan lebih sehat, dan dapat meningkatkan peluang untuk hamil yang sehat dan mengurangi risiko keguguran dibandingkan dengan stimulasi konvensional. Pemaparan kedua yang dibawakan oleh dr. Eko Santoso, SpOG. Spesialis Obgin Kato Olin IVF center ikut menjelaskan tentang bagaimana dilakukannya metode IVF dengan mild stimulation tidak ada batas usia dan syarat khusus untuk menjalani metode mild stimulation, intinya adanya usia produktif dan cek kesehatan saat pertama kali dilakukan check up. Yang diutamakan dalam program ini yaitu dari banyaknya cadangan sel telur saat memulai prosesnya. Dalam hal ini, usia menjadi pengaruh besar karena semakin tua, semakin berkurangnya sel telur. Cadangan sel telur juga dapat cepat menurun jika seseorang sudah pernah menjalani operasi, kemoterapi, atau radiasi. Untuk menjalani proses IVF dengan metode mild stimulation, pasien perlu menjalani persiapan selama siklus haid. Dari siklus tersebut nantinya dokter akan memeriksa apakah ada infertilitas, pola haid dan perlu adanya dukungan medis selama program berjalan. Proses stimulasi ovarium yang berjalan selama dua minggu. Dapat dimulai dari haid hari ke 3, nantinya akan minum obat pil atau suntikan, tergantung perkembangan sel telur. Dokter akan memantau pertumbuhan melalui usg dan juga tes hormon. Bila sel telur berkembang baik, dokter memberikan semprotan hidung (nasal spray) untuk memicu ovulasi dan melakukan pengambilan sel telur (Ovum Pick Up/OPU) setelah 35 jam Menurutnya dengan tubuh yang sehat, dapat meningkatkan keberhasilan program IVF. Pasien akan dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat seperti makanan yang bergizi, olahraga, tidur yang cukup, menjaga berat badan, tidak terlalu sibuk bekerja, serta dapat mengelola stress.