JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Data Dukcapil Semester I 2026 mencatat 190 warga Indonesia menyandang nama Uzumaki, menjadikannya nama karakter fiksi paling populer di tanah air. Pengaruh kultur pop serial animasi Jepang atau anime terbukti telah merambah hingga ke lembaran dokumen resmi kependudukan di Indonesia. Nama-nama karakter fiksi dari berbagai serial anime populer kini tercatat secara resmi dalam data kependudukan nasional, dengan nama Uzumaki yang merupakan klan Ninja dalam waralaba populer Naruto menduduki posisi teratas sebagai nama karakter fiksi yang paling banyak diadopsi oleh warga negara Indonesia untuk anak-anak mereka. Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri per Semester I 2026, tercatat setidaknya terdapat 190 penduduk Indonesia yang menyandang nama Uzumaki. Angka ini menempatkan nama klan ninja milik tokoh utama Naruto tersebut di posisi puncak dalam deretan nama tokoh fiksi anime yang terdaftar secara resmi di Indonesia. Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, mengungkapkan bahwa tren pemberian nama anak berdasarkan sosok idola fiksi kini kian marak ditemui di tengah masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya populer dari negara lain, khususnya Jepang, telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola pemberian nama di Indonesia. "Ada yang namanya Nobita, Uzumaki, Sasuke, Naruto, Uchiha, Shinchan, Boruto, dan sebagainya," ujar Teguh, Senin (3/8). Ia menambahkan bahwa fenomena ini tidak hanya terbatas pada karakter anime saja, tetapi juga merambah ke berbagai bidang hiburan lainnya. "Kecenderungan ini juga merambah ke deretan musisi dan selebritas papan atas dunia. Nama-nama, seperti Justin Bieber, Ariana Grande, Selena Gomez, Taylor Swift, hingga Olivia Rodrigo kerap diadaptasi orang tua," jelasnya. Data Dukcapil menunjukkan bahwa di bawah nama klan Uzumaki, karakter utama serial Doraemon, Nobita, menyusul di posisi kedua dengan jumlah 181 orang. Persaingan ketat terlihat di posisi ketiga hingga kelima yang semuanya berasal dari semesta Naruto, dengan nama Sasuke tercatat sebanyak 158 orang, nama Naruto berjumlah 157 orang, serta klan rival Uchiha yang dipakai oleh 152 warga. Sementara itu, karakter utama One Piece, D Luffy, tercatat disandang oleh 79 orang. Meskipun angka ini terbilang lebih rendah dibandingkan nama-nama dari serial Naruto, keberadaan nama Luffy dalam data kependudukan menunjukkan bahwa pengaruh anime tidak hanya terpusat pada satu judul saja. Fenomena menarik lainnya terungkap dari data Dukcapil yang mencatat jumlah penggunaan nama Olivia Rodrigo yang fantastis, mencapai 142 ribu orang. Angka ini jauh melampaui jumlah pengguna nama-nama karakter anime, menunjukkan bahwa pengaruh musisi internasional juga memiliki daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia dalam memilih nama untuk anak-anak mereka. Teguh menjelaskan bahwa tren ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat dalam memberikan nama kepada generasi penerus. "Masyarakat kini lebih terbuka terhadap pengaruh budaya global, termasuk dari anime dan musik pop internasional. Ini menjadi bagian dari ekspresi budaya yang berkembang di tengah masyarakat," ungkapnya. Fenomena pemberian nama berdasarkan tokoh fiksi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga merupakan tren global yang menunjukkan bagaimana media populer dapat mempengaruhi keputusan personal orang tua dalam memberikan identitas kepada anak-anak mereka. Dengan semakin mudahnya akses terhadap berbagai konten hiburan dari seluruh dunia melalui platform digital, kecenderungan ini diperkirakan akan terus berkembang dan bervariasi seiring dengan munculnya karakter-karakter baru yang populer di kalangan masyarakat.