BANJARNEGARA, NETRALNEWS, COM - Pemkab Banjarnegara memberikan insentif kepada 1.359 guru keagamaan non formal pada tahap pertama tahun 2026 di Aula Sasana Bakti Praja Setda Banjarnegara, Jumat, (13/3/2026). Penyerahan dana insentif ini dilakukan oleh Bupati dan wakil Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana dan Wakhid Jumali Lc dihadiri sejumlah pejabat terkait dan penerima bantuan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banjarnegara, Imam Nursaad, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pembangunan mental dan spiritual masyarakat di Kabupaten Banjarnegara. Program ini lanjut dia merupakan bentuk apresiasi Pemkab Banjarnegara kepada para guru ngaji, modin, dan guru agama no muslim yang telah berperan penting dalam membimbing masyarakat dalam kehidupan beragama. Disampaikan, tujuan dari penyaluran insentif ini adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru keagamaan non formal, sekaligus meningkatkan semangat pengabdian mereka. Sebanyak 1.359 orang yang menerima insentif ini telah memenuhi kelengkapan dokumen administrasi, dan pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Banjarnegara tahun anggaran 2026,tambahnya. Guru Ggaji Sebagai Ujung Tombak Pendidikan Al Quran, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengucapkan terima kasih kepada para guru ngaji yang telah berkomitmen dalam membimbing anak-anak dengan penuh keikhlasan. Bupati Amalia juga menekankan peran penting guru ngaji sebagai ujung tombak dalam pendidikan Al Quran, pengembangan karakter, dan penanaman akhlak mulia pada anak bangsa. "Guru ngaji tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan bagi anak-anak," ujar Bupati seraya berpesan kepada seluruh penerima insentif untuk menjauhi judi online dan investasi bodong yang belakangan ini marak di masyarakat. Bupati menambahkan jika , Pemkab setiap tahun, juga memberikan insentif kepada guru rohani dari semua agama yang mengajar di lembaga pendidikan non formal. Salah satu guru ngaji, Ni'Matun Khoeriyah dari Sijeruk, Banjarmangu, menyampaikan rasa syukur atas insentif yang diterimanya. "Alhamdulillah, ini menjadi motivasi bagi kami. Semoga berkah untuk daerah ini dan semua pemimpin Banjarnegara, sehingga kami dapat terus mengajar dengan semangat dan ikhlas," tuturnya. Dengan kontribusi para guru keagamaan non formal, Pemkab Banjarnegara berharap dapat membangun generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat, sehingga dapat menjadi aset penting bagi bangsa. (*)