JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Film Berebut Jenazah (2025) hadir sebagai drama keluarga yang penuh emosi, mengangkat realitas sosial yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Dibintangi oleh Adhisty Zara, film ini membawa penonton ke dalam konflik yang mendalam dan menyentuh hati. Dengan mengangkat isu keberagaman agama dalam keluarga, Berebut Jenazah menjadi tontonan yang mengajak refleksi tentang toleransi dan perbedaan. Namun, sebelum film ini dirilis, banyak perbincangan muncul mengenai judulnya. Trailer yang dibagikan oleh akun X @CenayangFilm memicu berbagai komentar dari netizen. Sebagian besar mengira film ini bergenre horor, bukan drama keluarga yang sarat makna. "Judulnya sama sekali tidak mencerminkan isi film yang bagus ini," tulis seorang netizen. "Dikirain film horor, ternyata drama keluarga? Ganti judul aja deh!" sahut yang lain. Meski begitu, film produksi Falcon Pictures ini tetap menjadi sorotan berkat tema yang diangkat dan kualitas akting para pemerannya. Kisah Berebut Jenazah sendiri diadaptasi dari cerpen karya Feby Indriani yang terdapat dalam kumpulan cerita Memburu Muhammad. Sinopsis SingkatNaomi (Adhisty Zara), seorang gadis muda, meninggal secara mendadak, namun kepergiannya justru memicu pertikaian antara kedua orang tuanya yang telah lama bercerai. Ayah Naomi, seorang Muslim, ingin memakamkannya secara Islam, sementara ibunya yang beragama Buddha menginginkan prosesi sesuai tradisi keluarganya. Konflik ini tak hanya melibatkan keluarga, tetapi juga komunitas sekitar, memperlihatkan betapa kompleksnya perbedaan keyakinan dalam keluarga modern. Akting yang Menghidupkan CeritaMeskipun kemunculannya lebih banyak dalam bentuk kilas balik dan rekaman, Adhisty Zara berhasil membawakan karakter Naomi dengan sangat baik. Chemistry antara para pemeran utama, terutama kedua orang tua Naomi, terasa nyata dan emosional. Junior Roberts, yang berperan sebagai kekasih Naomi, juga memberikan lapisan tambahan pada kedalaman cerita dengan akting yang penuh perasaan. Isu yang Relevan dan Sarat MaknaLebih dari sekadar drama keluarga, Berebut Jenazah menyentuh tema yang relevan dengan realitas masyarakat Indonesia: keberagaman dalam keluarga. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan pentingnya komunikasi dan toleransi dalam menghadapi perbedaan keyakinan. Sinematografi dan Soundtrack yang MenyentuhVisual dalam film ini ditata dengan apik, memperkuat nuansa emosional di setiap adegan. Selain itu, aransemen ulang lagu Benci untuk Mencinta dari Naif dalam bahasa Jepang menjadi elemen yang semakin memperdalam kesan dramatis dalam film ini. KesimpulanBerebut Jenazah bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga sebuah karya yang menyentuh emosi dan mengajak penonton untuk berpikir lebih dalam tentang arti keluarga dan keberagaman. Dengan cerita yang kuat, akting yang memukau, serta pesan sosial yang relevan, film ini layak menjadi salah satu tontonan wajib di tahun 2025.