JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyanyi Sabrina Carpenter kembali menyuarakan pembelaan terhadap kritik yang diarahkan pada lirik lagunya yang dianggap terlalu provokatif. Carpenter menawarkan teori bahwa sumber utama kemarahan publik adalah kegagalan sebagian orang untuk melepaskan citranya sebagai bintang cilik Disney Channel di masa lalu. "Saya rasa hal itu tidak akan terlalu dipermasalahkan jika saya bukan sosok masa kecil bagi sebagian orang," ujar Carpenter kepada Variety mengenai reaksi negatif terhadap liriknya yang vulgar. "Tapi saya juga tidak bisa berbuat banyak mengenai itu. Bukan salah saya kalau saya mendapat pekerjaan saat berusia 12 tahun dan Anda tidak membiarkan saya berevolusi." Delapan tahun setelah serial Girl Meets World berakhir, Carpenter kini lebih dikenal karena karier musik popnya yang penuh lirik ceria, subteks seksual, dan koreografi yang sugestif. Namun, ia menampik anggapan bahwa ia sengaja menciptakan citra kontroversial, menegaskan bahwa ia hanya bersenang-senang dan merangkul selera humornya. Ia juga membantah anggapan bahwa ia akan "mengatakan dan melakukan apa saja," mengklarifikasi bahwa ia memiliki batas-batas tertentu terkait detail intim kehidupan pribadinya. Carpenter juga berpendapat bahwa penggemar muda memiliki kapasitas untuk fokus pada lirik yang mereka pahami dan mengabaikan bagian yang baru akan mereka mengerti di kemudian hari. Ia menambahkan bahwa ia berharap memiliki lebih banyak percakapan terbuka tentang seksualitas di masa mudanya, namun orang-orang takut membicarakannya. Penyanyi lagu "Nobody's Son" ini juga menolak untuk menyensor citranya hanya demi membuat orang lain merasa nyaman. Ia berharap dapat mengingat masa ini sebagai saat di mana ia benar-benar tidak menahan diri, baik dalam gaya berpakaian maupun cara bicaranya. Sebelumnya, momen paling viral dan kontroversial dari tur Carpenter, Short N' Sweet, adalah segmen lagu "Juno," di mana ia menyanyikan lirik provokatif dan mensimulasikan posisi seksual yang berbeda setiap malam. Meskipun video segmen tersebut selalu menjadi hit viral, itu juga menjadi subjek kontroversi karena dianggap tidak pantas untuk konser yang dihadiri anak-anak. Menanggapi hal ini, Carpenter menekankan bahwa Juno hanyalah satu lagu dari keseluruhan pertunjukan 90 menit dan ia tidak bisa mengontrol momen mana yang menjadi viral.