PALEMBANG, NETRALNEWS.COM – Salma Ranggita Cahyariyani, perempuan berprestasi asal Sumatera Selatan yang kini menyandang gelar Puteri Indonesia Sumsel 2025, hadir sebagai sosok yang membawa semangat baru dalam mengkampanyekan pentingnya pendidikan berbasis sains dan teknologi untuk masa depan Indonesia. Lulusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia ini bukan hanya unggul di bidang akademis, namun juga aktif mempromosikan transformasi pendidikan melalui inisiatif bernama SustainablEcosySTEM. Dengan latar belakang sebagai Konsultan Energi di salah satu firma konsultan global ternama, Salma menyadari betul pentingnya penguasaan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai pondasi dalam menyongsong era Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini lebih lannjut dirinya menilai, bahwa generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan inovatif agar mampu bersaing di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Dedikasinya tidak berhenti di ruang kuliah atau meja kerja. Salma turut menggagas berbagai program dan riset yang menyentuh isu keberlanjutan, mulai dari pengelolaan limbah, teknologi ramah lingkungan, hingga pengembangan material berbasis limbah plastik dan kelapa sawit. "Dalam berbagai kesempatan, saya tampil mewakili Indonesia di forum internasional, memperjuangkan pentingnya kolaborasi lintas negara demi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," katanya dalam keterangan tertulis dikutip Netralnews.com, Kamis (24/4/2025). Sebagai perempuan muda yang sukses menembus dominasi laki-laki di dunia teknik, Salma menjadi inspirasi nyata bagi banyak anak muda, khususnya perempuan, untuk percaya diri menapaki jalur karier berbasis teknologi. Kemudian ia juga dikenal aktif dalam komunitas pemuda global di bawah naungan PBB, mendorong partisipasi generasi muda dalam menciptakan solusi inovatif bagi tantangan dunia saat ini. Melalui peran barunya sebagai finalis Puteri Indonesia, Salma berambisi menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk menyuarakan pentingnya pendidikan, kesetaraan, dan pembangunan berkelanjutan. Lebih jauh dia mengajak generasi muda Indonesia untuk berani mengambil peran dalam mewujudkan visi besar bangsa menuju 2045. "Kita tidak bisa menunggu. Masa depan dimulai dari sekarang," tegasnya.