JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Belakangan industri perfilman horor di Indonesia mulai mengalami kebangkitan. Ternyata, suasana mencekam yang ditimbulkan dari film bergenre horor ini mulai memiliki daya tarik tersendiri dibanding film dengan genre lainnya. Film horor lokal disenangi oleh masyarakat karena tidak hanya mengandalkan efek suara atau sensualitas, melainkan juga efek dari hantu, alur, dan komedi di dalamnya yang lebih fresh. Momentum ini harus dimanfaatkan oleh rumah produksi, produser, dan sutradara untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas. Menonton Film Horor sebagai Gaya Hidup Film atau sinema bergenre horor yang ada di Indonesia secara umum dibagi atas drama, action, komedi, tragedi, mitos, dan legenda. Di Indonesia sendiri genre horor merupakan salah satu yang paling diminati, hal ini dibuktikan dengan judul film yang tidak pernah absen setiap bulannya di bioskop. Pasti ada satu atau lebih judul film horor yang sedang tayang maupun akan tayang. Bahkan film horor di Indonesia sering kali menjadi film berkelanjutan, di mana satu judul bisa menjadi 2-3 bagian film. Film horor dapat dikatakan memiliki pengaruh dari gaya hidup masyarakat perkotaan atau daerah yang memiliki bioskop. Hal ini menjadi sarana hiburan yang berbentuk sinema atau film. Masyarakat rela mengeluarkan uang untuk melihat film horor di bioskop, karena film tersebut sedang viral atau trending di jejaring sosial. Menonton film horor memiliki pengaruh positif yakni bisa mengeluarkan emosi dan menghilangkan stres juga fobia karena adrenalin yang naik-turun. Sekilas Tentang Film "Perempuan Bergaun Merah" Sejak sahabatnya, Kara (Stella Cornelia), hilang secara misterius, hidup Dinda (Tatjana Saphira) tidak pernah lagi tenang, Dinda selalu memikirkan teka-teki tentang hilangnya Kara. Dinda bukan hanya mendapat tekanan dari orang terdekat akibat ia yang dirasa bertanggung jawab atas semua kekacauan, melainkan juga teror dari sosok perempuan dengan gaun merah yang mengganggu keseharian dan mengancam nyawa Dinda. Dalam film "Perempuan Bergaun Merah", William Chandra membawakan sebuah mitos atau kepercayaan tentang sosok perempuan dengan gaun berwarna merah yang berusaha membalas dendam namun dengan penceritaan yang inovatif. Penonton diajak menebak sampai akhir, siapa sebenarnya sosok perempuan bergaun merah. Jalinan cerita yang seru menjadi andalan dari film horor ini. Penayangan Film "Perempuan Bergaun Merah" William Chandra selaku sutradara mendapatkan dukungan penuh dari produser Timo Tjahjanto yang pernah menyutradarai "Rumah Dara" (2010), "Sebelum Iblis Menjemput" (2018), dan "Sebelum Iblis Menjemput Ayat" 2 (2020). Frontier Pictures bekerjasama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures mempersembahkan film horor terbaru, "Perempuan Bergaun Merah", yang menjanjikan horor dengan teknis tinggi dan keseruan hingga akhir. Film ini dibintangi oleh Tatjana Saphira dan Refal Hady, Stella Cornelia, Faradina Mufti, Ibrahim Risyad, Aufa Assegaf, Bento Julian, Dayu Wijanto, Dewi Pakis, dan Jordy Rizkyanda. “Film ini begitu diputar emang sudah memilih penonton, kesimpulan temen-temen semua itu benar, kalau nonton sekali kesimpulannya belum yakin, nonton sekali lagi,” tutup William dalam press conference 26 Oktober 2022 di Plaza Senayan. Film "Perempuan Bergaun Merah" mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia hari ini, 3 November 2022. Penulis: M Hafizh Fajri Universitas Negeri Malang