JAKARTA - MENULIS yang asyik dan lebih bermutu tentu tidak mudah, apalagi dengan gaya nakal sedikit. Keluar dari pakem dan patokan tertentu , sehingga memadukan sesuatu yang baku dan kewajaran menjadi diolah dan dikemas dengan kata-kata yang asyik di baca. Sehingga tidak kehilangan kekayaan jagad bahasa dan kata-kata. Itu perlu kesabaran dan tentu keberanian untuk tampil berbeda. Menulis sebuah tulisan yang nyaris sempurna tanpa copy paste (copas) dengan langsung membuka program cara menulis langsung itu juga memakan waktu lama dan biaya. Menuangkan pokok fikiran yang berupa ide dan menulisnya penuh kreatifitas jagad makna dan bahasa dengan memilih kata -kata (pilihan kata /pil kata) tentu juga harus sabar dan tidak terburu menulisnya sehingga arah tulisan kemana-mana. Setelah menulis , fokus dengan yang ditulis. Teruslah mengarungi samudra kata-kata dan temukan mutiara dan berlian kata-kata penuh makna Kita mungkin butuh kreatifitas sedikit, dengan ungkapan “kuat di lakoni ora kuat tinggal ngopi” berarti “jika kuat, jalani; jika tidak kuat, tinggalkan saja untuk sambil ngopi”. Makna di baliknya adalah jangan memaksakan diri hingga stres, tapi lebih baik beristirahat sejenak untuk menenangkan pikiran atau merencanakan ulang, baru kemudian memutuskan tindakan selanjutnya. Ungkapan ini menyampaikan pesan untuk tetap menjalani hidup dengan positif, tetapi juga pentingnya istirahat dan menikmati hidup. Jika kuat, jalani: Jika Anda mampu melakukan sesuatu, lakukan saja tanpa menunda-nunda. Jika tidak kuat, ngopi saja: Jika merasa sudah tidak sanggup, jangan dipaksakan. Beristirahatlah sejenak, tenangkan pikiran (sering diumpamakan dengan "ngopi"), dan atur kembali strategi Anda sebelum melanjutkan. Tulis saja terus, resep sebuah tulisan yang bisa langsung jadi, kata empu penulis Emha Ainun Nadjib (Mbah Nun),"Teruslah menulis, nanti tulisanmu akan jadi dengan sendirinya .." Tentu pilihan menjadi penulis di tengah jaman era dsteupsi digital, korupsi angka algoritma rating dan tentu saja pasang surut media, membuat masa depan penulis di ujung senja jelang malam tiba. Tentu membaca ulang, naik turun dan mengeditnya dan merapikannya Jangan lupa tentang kelengkapan sebuah tulisan. Sudah asyik menulis, eh lupa menulis judul. Jadi judul tulisannya "Belum ada Judul" ala lagu Iwan Fals. Menulis itu asyik, menuangkan ide dan gagasan. Merawat ingatan serta paling penting , membuat asyik , memotivasi orang serta membangun gagasan baru tanpa kehilangan arah tulisan. Agar dapat duit dan pendapatan. Apakah dengan menulis dapat duit? Bila ingin terus menyambung hidup, sebagai penyangga ekonomi. Ibarat ingin duit dengan cara dari hasil menulis. Harus optimis. Jangan pernah berputus asa dengan Rahmat Allah. Alam dan segala cipataan-Nya melalui kuasa -Nya sebagai sumber pintu rezeki harus diolah tidak diamati, difoto dilihat-lihat saja sebagai persaksian alam. Namun, ruang bermenung dengan terpekur sejenak untuk "berfikir" menjadi inspirasi baru untuk menuangkan terus kata-kata pada sebuah tulisan. Teruslah menulis hingga sebuah tulisan selesai dengan kecukupan dan kelayakan serta kelengkapan sebuah tulisan, mulai dari judul, lead, paragraf. Huruf demi huruf diketik menjadi kata. Kata perkata disusun menjadi kalimat. Kalimat bersambung sambung menjadi paragraf. Paragraf demi paragraf diketik terus dari pagi, siang sore malam. Semua tergantung mood dan sampai dirasa sudah selesai untuk ditulis. Hingga akhirnya , sampai lah kita pada sebuah tulisan menjadi bacaan yang enak dibaca dan membuat banyak orang bisa mendapat pencerahan baru di tengah ruang persaingan media dan kelesuan masa depan media. Semoga bermanfaat Tabik! (***) Aji Setiawan