PAPUA BARAT, NETRALNEWS.COM - Bagi warga kota, masjid mungkin selalu ada di dekat rumah dan mudah dijangkau. Namun, cerita berbeda datang dari Kampung Kenara di Distrik Kamundan, Teluk Bintuni, Papua Barat, yang selama bertahun-tahun merindukan rumah ibadah yang layak. Kerinduan panjang itu akhirnya mulai terjawab lewat langkah nyata Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Papua Barat. BMH kini sedang mengawal pembangunan masjid sebagai jawaban atas impian besar masyarakat pedalaman tersebut. Langkah ini bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga misi spiritual yang membawa harapan baru bagi warga Muslim di wilayah terisolasi. Pembangunan ini digambarkan sebagai upaya menjaga api iman di titik terjauh nusantara. Perjalanan menuju Kenara menjadi tantangan tersendiri bagi tim BMH Papua Barat. Dari Manokwari ke Bintuni saja memerlukan sekitar enam jam perjalanan darat yang tidak selalu bersahabat. Kontur jalan, cuaca, dan akses yang terbatas menjadi kombinasi ujian yang harus dilalui sejak awal. Perjuangan berlanjut dengan perjalanan empat jam berikutnya menggunakan perahu dari Bintuni menuju Kenara. Menyusuri sungai, menembus lautan, dan menghadapi ombak membuat perjalanan fisik ini mencapai total sepuluh jam. Upaya tersebut menggambarkan betapa seriusnya BMH mengantarkan amanah para donatur hingga ke titik yang sulit dijangkau. “Kami menyadari bahwa akses menuju lokasi sangat berat. Namun, lelah itu terbayar lunas saat melihat binar bahagia di wajah warga. Masjid ini adalah hal yang sangat istimewa bagi mereka,” ujar Wasmanto, Kepala BMH Papua Barat. Bagi warga Kenara, masjid bukan hanya tempat sujud semata. Mereka berharap masjid kelak menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan mengaji anak-anak, hingga pembinaan para mualaf setempat. Kehadiran BMH dianggap sebagai angin segar yang menyentuh hati di tengah keterbatasan fasilitas. Warga setempat pun menyampaikan rasa syukur mendalam atas kehadiran para relawan. Mereka menilai perjalanan jauh yang ditempuh tim BMH menunjukkan kepedulian yang tidak main-main. Upaya tersebut membuat harapan lama perlahan berubah menjadi kenyataan. Wasmanto menegaskan bahwa pembangunan ini menjadi bukti nyata dedikasi BMH bagi kaum Muslimin di pedalaman. “Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Kamundan tidak merasa sendirian. Kita ingin mereka merasakan bahwa kepedulian kaum Muslimin dari berbagai penjuru negeri sampai ke kampung mereka,” imbuhnya. BMH pun mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung proses pembangunan masjid tersebut. Mereka berharap banyak pihak tergerak untuk ikut menanam kebaikan di tanah Papua, agar suara azan kelak dapat bergema lebih kuat di tepian Distrik Kamundan.