JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Laut menyimpan banyak hal yang sulit ditebak. Ada makhluk yang kisahnya sudah ada jauh sebelum manusia muncul. Saat dilihat sekilas, beberapa hewan ini juga tampak seperti sisa cerita dari masa purba. Istilah “hewan prasejarah” di sini tidak berarti hewannya masih hidup dari ratusan juta tahun lalu. Yang dimaksud adalah kelompoknya, atau garis evolusinya, sudah tercatat sejak zaman geologi yang sangat jauh. 1. Horseshoe Crab, Diduga 450 Juta Tahun Horseshoe crab atau belangkas sering disebut sebagai salah satu yang paling bertahan. Banyak sumber memperkirakan hewan ini sudah ada sejak kira-kira 450 juta tahun lalu. Bahkan usia itu disebut lebih dulu daripada masa dinosaurus. Belangkas ini juga sering keliru dianggap kepiting. Padahal, hubungan kekerabatannya berbeda. Dalam hal garis keturunan, horseshoe crab lebih dekat dengan laba-laba dan kalajengking. Salah satu alasan hewan ini sering dibahas adalah darahnya yang berwarna biru. Darah itu dipakai dalam penelitian medis untuk melihat ada atau tidaknya kontaminasi bakteri. 2. Nautilus, Sudah Ada Sekitar 500 Juta Tahun Nautilus termasuk hewan laut yang garis waktunya panjang. Perkiraan menyebut garis evolusinya sudah ada dan hidup di laut sejak sekitar 500 juta tahun lalu. Cangkang nautilus yang berlubang membantu tubuhnya menyesuaikan daya apung. Hewan ini juga punya banyak tentakel. Tentakel tersebut dipakai untuk menangkap makanan serta merasakan kondisi di sekitarnya. 3. Coelacanth, Ikan yang Pernah Disebut Sudah Habis Coelacanth diduga berawal dari garis keturunan sekitar 360 juta tahun lalu. Banyak orang sempat mengira hewan ini lenyap seperti dinosaurus. Lalu pada 1938, coelacanth ditemukan lagi. Ciri yang paling menonjol ada pada siripnya. Siripnya berdaging dan bergerak dengan pola yang mirip gerak anggota tubuh. Karena itu, hewan ini sering dipakai untuk melihat proses evolusi pada hewan bertulang belakang. 4. Frilled Shark, Si Predator dari Laut Dalam Frilled shark diperkirakan sudah hidup sejak sekitar 80 juta tahun. Tubuhnya memanjang. Di bagian insang, ada enam pasang celah. Mulutnya dipenuhi banyak gigi, sehingga tampak seperti makhluk dari cerita sains. Karena hidup di laut dalam, frilled shark punya ciri yang tidak sama dengan hiu modern yang lebih sering terlihat. 5. Lamprey, Ikan yang Tidak Punya Rahang Lamprey punya jejak evolusi sekitar 360 juta tahun. Bentuknya mirip belut. Namun, lamprey tidak memiliki rahang seperti ikan lain pada umumnya. Ada jenis lamprey yang makan dengan cara menempel pada ikan lain. Mulutnya bekerja seperti alat pengisap. 6. Ubur-Ubur, Lebih Tua dari Dinosaurus Fosil ubur-ubur menunjukkan kelompok hewan ini sudah ada setidaknya sekitar 500 juta tahun lalu. Bentuk tubuhnya tergolong sederhana. Tapi justru di situlah kekuatannya. Ia mampu beradaptasi dan tetap bertahan saat kondisi laut berubah. 7. Pygmy Right Whale, Kerabat Purba Paus Pygmy right whale punya sejarah evolusi yang lebih muda dibanding nautilus atau horseshoe crab. Meski begitu, catatan fosil memperlihatkan kemunculannya sekitar 23 juta tahun lalu. Paus ini termasuk langka. Sampai sekarang, masih banyak hal yang belum jelas tentang perilaku dan ekologi hewan ini. Mengapa Hewan Purba Ini Masih Bertahan? Kisah tujuh hewan tersebut menunjukkan bahwa bertahan hidup tidak selalu berarti memiliki tubuh paling kompleks atau menjadi predator terbesar. Adaptasi terhadap lingkungan menjadi salah satu kunci penting. Namun, keberhasilan bertahan selama jutaan tahun bukan berarti mereka kebal terhadap ancaman modern. Perubahan iklim, kerusakan habitat, polusi, penangkapan berlebihan dan aktivitas perikanan dapat memberikan tekanan baru yang tidak pernah dihadapi leluhur mereka dalam bentuk yang sama. Ocean Conservancy mencatat sejumlah hewan laut purba tersebut kini menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Artinya, sejarah evolusi yang panjang tetap membutuhkan perlindungan pada masa sekarang.