JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Melangkah ke usia dua puluh tahunan sering kali menjadi fase di mana seseorang mulai dihadapkan pada pencarian jati diri, tuntutan karier, hingga dinamika hubungan asmara yang makin serius. Namun, bagi sebagian perempuan dewasa muda, perjalanan ini diwarnai oleh tantangan emosional yang tak kasat mata. Ketidakhadiran peran sosok ayah di masa kecil, baik secara fisik maupun emosional sering kali meninggalkan bekas yang baru benar-benar disadari dampaknya saat memasuki fase dewasa. Fenomena yang dikenal dengan istilah fatherless ini tidak hanya berbicara soal kehilangan figur ayah secara fisik. Lebih dari itu, minimnya validasi, rasa aman, dan pengasuhan yang hangat dari seorang ayah dapat membentuk pola pikir serta perilaku seorang perempuan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.