JAKARTA, NETRALNEWS.COM — Kepedulian terhadap limbah laundry di lingkungan sekolah mendorong dua siswi MA Maghfirah Islamic Leadership Boarding School (MILBOS), Bogor, Jawa Barat, menghadirkan inovasi DuoCarbon Filter yang meraih Honorable Mention pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan Eduversal Foundation dan diikuti 190 tim finalis dari 27 provinsi di Indonesia. Ajang tersebut mempertemukan pelajar tingkat menengah dari berbagai kategori, termasuk lingkungan. Melalui karya ini, Azizah Aqila Zamzami dan Syakira Shabrina Faza mencoba menjawab persoalan limbah cair laundry yang mereka temui sehari-hari di lingkungan boarding school. Berangkat dari Masalah di Sekitar Asrama Limbah laundry di lingkungan asrama diketahui mengandung surfaktan dari deterjen serta mikroplastik dalam jumlah besar. Dalam riset yang mereka lakukan, estimasi limbah mencapai sekitar 980 liter per hari. Kondisi inilah yang kemudian menjadi latar lahirnya DuoCarbon Filter. Bagi keduanya, masalah besar lingkungan sering kali bermula dari kebiasaan kecil yang kerap luput dari perhatian. Cara Kerja DuoCarbon Filter DuoCarbon Filter dirancang sebagai sistem filtrasi bertingkat dengan konfigurasi plug-in yang mudah dilepas dan dipasang. Sistem ini memanfaatkan susunan kerikil, kombinasi Granular Activated Carbon (GAC) dan Powdered Activated Carbon (PAC), serta pasir silika. Konfigurasi optimal yang digunakan adalah kombinasi K2, dengan susunan 7,5 cm GAC dan 2,5 cm PAC. Perpaduan ini dinilai mampu menyeimbangkan daya serap cepat PAC dengan stabilitas aliran GAC, sekaligus mencegah kebocoran media. Hasil Uji Penyaringan Pengujian menunjukkan hasil yang cukup signifikan. DuoCarbon Filter mampu menyaring fosfat dari deterjen hingga 100 persen, mikroplastik sebesar 91,43 persen, serta menurunkan COD dan BOD masing-masing 83,53 persen dan 85,10 persen. Hasil ini menjadi dasar penilaian karya tersebut dalam kategori lingkungan pada ISPO 2026. Peran Sekolah dan Pembimbing Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan Lusiana, S.Si., M.Pd., guru fisika di MILBOS. Proses riset berjalan di sela aktivitas sekolah, bahkan ketika masa libur berlangsung. Bagi pihak sekolah, karya ini menjadi contoh bagaimana ruang belajar dapat melahirkan kepedulian sekaligus solusi yang relevan dengan persoalan lingkungan sekitar. Potensi dan Rencana Pengembangan Dari sisi ekonomi, biaya pembuatan sistem pada skala pengembangan tercatat sekitar Rp4,9 juta. Inovasi ini dinilai berpotensi menjadi alternatif pengelolaan air, terutama saat terjadi keterbatasan pasokan. Ke depan, komposisi K2 direncanakan untuk diterapkan pada skala riil di lingkungan sekolah. Penggantian media juga telah dirancang secara berkala, dengan PAC setiap satu bulan dan GAC setiap tiga bulan, serta riset lanjutan untuk menyaring mikroplastik berbentuk serat yang lebih elastis. Belajar dari Hal Sederhana Kisah DuoCarbon Filter menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berangkat dari persoalan besar. Dari aktivitas rutin seperti laundry, muncul gagasan yang mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi banyak pelajar, cerita ini menjadi pengingat bahwa lingkungan sekitar bisa menjadi ruang belajar sekaligus sumber inspirasi.