KABUPATEN AGAM - Mahasiswa KKN Reguler I Universitas Andalas 2026 menggelar sosialisasi manajemen dan sanitasi kandang ayam bagi masyarakat Jorong Koto Panjang, Nagari Dalko, Kabupaten Agam, Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar warga yang beternak ayam kampung unggul, khususnya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), di sekitar permukiman. Sosialisasi dilaksanakan sebagai respons atas kondisi peternakan ayam skala rumah tangga yang berkembang di Jorong Koto Panjang. Sejumlah warga menerima bantuan ayam KUB melalui program pemerintah setempat dalam rangka penguatan ekonomi dan ketahanan pangan. Namun, pengelolaan kandang yang belum memadai masih menjadi persoalan, terutama terkait sanitasi dan bau kandang. Hasil pengamatan mahasiswa KKN menunjukkan sebagian kandang ayam berada dekat dengan rumah warga, dengan sistem manajemen yang sederhana dan kebersihan yang belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memicu bau menyengat, menurunkan kenyamanan lingkungan, serta meningkatkan risiko penyakit pada ternak. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai manajemen kandang ayam yang baik dan benar, mulai dari penataan kandang, sirkulasi udara, pengelolaan kotoran, hingga pentingnya menjaga kebersihan kandang secara rutin. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan oleh warga. Selain manajemen kandang, sosialisasi juga menekankan aspek sanitasi lingkungan. Salah satu materi utama adalah pelatihan pembuatan eco enzyme dari sisa kulit buah dan sayur. Cairan hasil fermentasi ini diperkenalkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi bau kandang ayam tanpa biaya besar. Pembuatan eco enzyme dilakukan melalui demonstrasi langsung. Warga diperlihatkan bahan-bahan yang mudah didapat, cara pencampuran, serta tahapan fermentasi hingga cairan siap digunakan. Metode ini dinilai sesuai dengan kondisi masyarakat karena memanfaatkan limbah rumah tangga yang selama ini belum dimaksimalkan. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab. Sejumlah warga terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait cara perawatan kandang, frekuensi pembersihan, serta penggunaan eco enzyme agar efektif mengurangi bau. Penanggung jawab kegiatan, Nazwa Febriana, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas, mengatakan sosialisasi ini dipilih berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN di Jorong Koto Panjang. “Banyak warga di sini beternak ayam KUB di rumah masing-masing. Setelah kami survei langsung ke beberapa kandang, ditemukan kondisi kandang yang kurang layak dan bau yang cukup menyengat. Karena itu, kami memilih membantu warga dengan solusi sederhana agar kandang lebih bersih dan tidak bau, salah satunya dengan eco enzyme dari sisa kulit buah dan sayur,” kata Nazwa. Menurut Nazwa, pendekatan tersebut dipilih agar warga tidak terbebani biaya tambahan dalam merawat kandang ayam. Pemanfaatan limbah rumah tangga dinilai lebih realistis dan berkelanjutan untuk diterapkan dalam skala rumah tangga. Ia berharap, setelah kegiatan ini, masyarakat dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. “Harapannya warga bisa membuat kandang ayam yang lebih baik, menjaga kebersihannya secara rutin, sehingga ayam tidak mudah sakit atau kurus, dan lingkungan sekitar tetap nyaman,” ujarnya. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berupaya mendorong praktik peternakan ayam skala rumah tangga yang lebih sehat dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan program pengembangan ayam KUB di tingkat masyarakat.