KEPULAUAN YAPEN, NETRALNEWS.COM – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelompok 29 melaksanakan program digitalisasi usaha mikro di Kampung Pasir Hitam, Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen, Rabu (29/7/2026). Program tersebut dilakukan dengan membantu salah satu pelaku usaha sembako memasang pin lokasi usahanya di Google Maps serta mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran nontunai bagi konsumen. Sebelum melakukan proses digitalisasi, mahasiswa terlebih dahulu meminta kesediaan pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan. Setelah memperoleh persetujuan, mahasiswa membantu mendaftarkan dan memasang titik lokasi usaha pada Google Maps agar keberadaan kios lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon pembeli. Selain pemasangan lokasi usaha, mahasiswa juga mendampingi proses implementasi QRIS. Kehadiran metode pembayaran digital tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin berbelanja tetapi tidak membawa uang tunai. Program digitalisasi UMKM ini menjadi bagian dari 17 program kerja KKN Tematik Uncen Kelompok 29 di Kampung Pasir Hitam. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut secara khusus menjadi tanggung jawab mahasiswa dari Program Studi Statistika dan Sistem Informasi karena berkaitan dengan pemanfaatan data dan teknologi digital. Program tersebut dilaksanakan oleh Rezza Debby Kurniawan dari Program Studi Statistika bersama Charly Kartika dari Program Studi Sistem Informasi. Keduanya melakukan pendampingan kepada pelaku usaha mulai dari pemasangan pin lokasi pada Google Maps hingga proses implementasi QRIS. Rezza mengatakan, program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha di Kampung Pasir Hitam mulai memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung aktivitas usahanya. “Melalui program ini, kami ingin membantu pelaku usaha agar dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia. Google Maps dapat membantu masyarakat menemukan lokasi usaha, sementara QRIS memberikan alternatif pembayaran kepada pembeli yang ingin melakukan transaksi secara nontunai,” ujar Rezza. Pelaku usaha sembako di Kampung Pasir Hitam, Florida, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik Uncen Kelompok 29. Menurutnya, kios yang sebelumnya belum memiliki fasilitas QRIS kini telah memiliki alternatif pembayaran non-tunai. “Sebagai warga Kampung Pasir Hitam, saya sangat berterima kasih karena dengan kehadiran mahasiswa KKN, kios kami yang selama ini belum ada QRIS sekarang sudah ada QRIS. Ini akan mempermudah ketika ada pembeli ingin berbelanja non-tunai,” ungkap Florida. Melalui pemasangan pin lokasi di Google Maps dan implementasi QRIS tersebut, mahasiswa berharap pelaku usaha tidak hanya memperoleh fasilitas digital, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan usaha sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KKN Tematik Uncen Kelompok 29 dalam mendukung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Yapen”, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha di Kampung Pasir Hitam.