BLITAR, NETRALNEWS.COM — Kampoeng Wisata Budaya (KWB) Papoh yang terletak di Desa Sukosewu hadir sebagai salah satu wadah edukasi budaya dan sejarah yang ramah untuk semua kalangan. Kawasan wisata ini siap menerima permintaan kegiatan pembelajaran di luar kelas (outing class), persami, MPLS, Kemah, Live In, Reuni, Rapat-rapat maupun rekreasi edukatif bagi berbagai jenjang pendidikan hingga kelompok masyarakat umum. Selain menyajikan edukasi sejarah dan seni, KWB Papoh sebenarnya memiliki salah satu wahana favorit masyarakat, yaitu kegiatan Ngeliban Kalen atau aktivitas bermain seluncuran menggunakan ban di aliran sungai. Sebagai salah satu contoh pelaksanaannya, KWB Papoh memfasilitasi permintaan kegiatan outing class dari RA Sukosewu 01. Pada kegiatan kali ini berkolaborasi dengan UM BBM Desa Sukosewu yang juga mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung dengan didampigi oleh tim penggiat KWB Papoh. Menyusun acara diawali dengan proses pembukaan berupa Perayaan, penyerahan peserta secara simbolis dari pihak sekolah, hingga penerimaan resmi oleh pengelola kawasan. Dalam sambutannya, Ketua KWB Papoh, Drs. H. Boimin, menyampaikan bahwa keberadaan program edukasi ini merupakan langkah nyata untuk mempererat kerja sama antarlembaga sekaligus mendukung program pemerintah melalui penggiatan slogan “Olas Kembar” (Ojo Lungo Adoh Sakdurunge Kemput Soko Blitar). Slogan ini mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenali dan mengeksplorasi destinasi wisata serta peninggalan sejarah di daerah sendiri, seperti Candi Kotes dan Situs Sukosewu, sebelum berwisata ke luar daerah. Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak menjelajahi beragam pos edukasi secara interaktif. Pada pos sejarah, anak-anak diperkenalkan dengan peninggalan Candi Kotes dan Situs Sukosewu melalui penyampaian materi yang mudah dipahami. Suasana semakin semarak saat peserta mengunjungi Omah Seni Tradisional "Tongkir Budhi Luhuring Budoyo" untuk mengenal seni karawitan. Di pos ini, beberapa siswa terlihat mencoba menabuh gamelan secara langsung serta menari mengikuti irama tabuhan. Rangkaian edukasi kemudian dilanjutkan dengan menjelajahi Omah Telo dan Omah Wayang untuk memperkenalkan potensi pangan lokal serta seni pewayangan Nusantara. Guna melatih motorik dan kerja sama tim, para peserta diajak mengikuti beragam aktivitas luar ruangan (outdoor) dan outbound, seperti senam ceria, permainan-permainan ketangkasan, hingga permainan air yang menyegarkan. Selama seluruh proses kegiatan outing class ini berlangsung, UM BBM Desa Sukosewu mendapatkan pengalaman yang menjadi pembelajaran berharga. Pada sesi penutup, Aditya selaku perwakilan tim penggiat KWB Papoh menyampaikan harapan besar agar KWB Papoh semakin dikenal luas oleh khalayak ramai. Kegiatan diakhiri dengan harapan bersama agar seluruh program di KWB Papoh dapat terus berkembang, berjalan lancar, serta menjadi destinasi edukasi budaya yang ramah anak bagi siapa saja. Bagi masyarakat, sekolah, maupun lembaga yang ingin mengadakan kegiatan serupa, pemesanan paket dapat dilakukan secara langsung melalui tim penggiat Kampoeng Wisata Budaya Papoh Desa Sukosewu.