JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mahasiswa magang S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar mini project musikalisasi puisi di Rumah Bahasa Surabaya, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang diikuti delapan peserta tersebut menjadi ruang bagi Kawan Bahasa untuk mengembangkan kreativitas melalui perpaduan seni sastra dan musik. Dikemas dalam bentuk lomba musikalisasi puisi, kegiatan tersebut digelar dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Peserta tidak hanya dituntut membawakan puisi, tetapi juga memadukannya dengan musik dan vokal. Perpaduan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menginterpretasikan puisi melalui konsep, karakter vokal, serta kreativitas penampilan masing-masing. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan proses check-in peserta. Setelah registrasi, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara pada pukul 09.00 WIB. Peserta kemudian tampil secara bergantian. Penampilan dimulai dari nomor urut satu pada pukul 09.10 WIB hingga peserta nomor urut delapan. Masing-masing peserta mendapatkan waktu sekitar 10 menit untuk menampilkan musikalisasi puisi yang telah dipersiapkan. Selama perlombaan berlangsung, setiap peserta menghadirkan konsep dan karakter penampilan yang berbeda. Dua dewan juri kemudian memberikan penilaian terhadap seluruh penampilan peserta. Penilaian tersebut menjadi dasar dalam menentukan peserta yang berhasil meraih posisi juara. Menurut dewan juri, seluruh peserta mampu memberikan penampilan yang baik dengan karakter masing-masing. “Menurut kami, secara keseluruhan para peserta berhasil membawakan penampilan mereka dengan sangat baik sesuai karakter masing-masing,” ujar dewan juri. Salah satu peserta, Otniel Napitupulu, turut membagikan pengalamannya selama mempersiapkan penampilan. Ia mengaku hanya memiliki waktu satu hari untuk melakukan persiapan sebelum perlombaan. Meski telah melakukan persiapan, Otniel mengaku masih kurang puas dengan penampilannya pada hari pelaksanaan, terutama karena tidak berhasil menyiapkan riasan sesuai konsep yang diinginkan. “Persiapannya selama satu hari, namun pada hari H saya tidak merasa puas dengan karakter saya, karena saya tidak berhasil makeup untuk penampilan saya,” ujar Otniel. Kendati memiliki waktu persiapan yang relatif singkat dan merasa kurang puas dengan penampilannya, Otniel justru berhasil meraih juara pertama dalam lomba musikalisasi puisi tersebut. Sementara itu, Agnes Laurensia Muljo berhasil meraih juara kedua. Pengumuman pemenang dilakukan pada pukul 10.50 WIB setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang. Sesi penyerahan hadiah sekaligus menjadi bagian akhir perlombaan sebelum kegiatan memasuki rangkaian penutupan. Pada pukul 11.00 WIB, acara dilanjutkan dengan penutupan dan dokumentasi. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.10 WIB. Bagi mahasiswa magang S1 PBSI Unesa, pelaksanaan mini project tersebut menjadi pengalaman dalam merancang sekaligus menjalankan kegiatan secara langsung. Selain berkaitan dengan bidang sastra, kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengelola acara, mengatur rangkaian kegiatan, serta berinteraksi dengan peserta dan berbagai pihak yang terlibat. Musikalisasi puisi memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan karya sastra melalui pendekatan yang lebih beragam. Puisi yang dipadukan dengan musik memungkinkan peserta mengekspresikan interpretasi melalui vokal, iringan musik, dan konsep penampilan. Setiap peserta pun memiliki ciri khas dan karakter tersendiri ketika membawakan karya di hadapan dewan juri. Kegiatan Gema Merdeka juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan apresiasi terhadap sastra melalui kegiatan yang mendorong kreativitas peserta. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui tema kegiatan, tetapi juga melalui kesempatan bagi peserta untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan mereka. Melalui lomba musikalisasi puisi tersebut, mahasiswa magang S1 PBSI Unesa turut menghadirkan kegiatan yang mempertemukan sastra dan musik di Rumah Bahasa Surabaya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang bagi Kawan Bahasa untuk berekspresi, berkreasi, dan mengapresiasi karya sastra dalam suasana yang kompetitif sekaligus kreatif.