PROBOLINGGO, NETRALNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) 2026 bersama Karang Taruna Desa Sentul melaksanakan kerja bakti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sentul, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat selama pelaksanaan BBM di desa tersebut. Kerja bakti dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa BBM, anggota Karang Taruna, serta beberapa warga sekitar. Sejak pagi hari, seluruh peserta berkumpul di area TPU untuk membagi tugas agar pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama. Suasana kekeluargaan sudah terlihat sejak kegiatan dimulai. Mahasiswa dan pemuda desa saling bekerja sama tanpa membedakan tugas masing-masing sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan difokuskan pada pembersihan area TPU yang sebelumnya dipenuhi rumput liar, semak kecil, daun-daun kering, serta sampah yang terbawa angin. Selain membersihkan rumput, peserta juga merapikan jalan setapak menuju area pemakaman agar lebih mudah dilalui oleh masyarakat yang datang untuk berziarah. Beberapa bagian yang terlihat kurang rapi turut dibersihkan sehingga lingkungan pemakaman tampak lebih bersih, tertata, dan nyaman. Bagi masyarakat Desa Sentul, TPU bukan hanya menjadi tempat pemakaman, tetapi juga menjadi salah satu fasilitas umum yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, kegiatan kerja bakti ini mendapat sambutan baik dari warga maupun Karang Taruna. Mereka menilai bahwa menjaga kebersihan lingkungan makam merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat yang datang berziarah. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa BBM Universitas Negeri Malang juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk lebih mengenal masyarakat dan anggota Karang Taruna. Di sela-sela kegiatan, mereka berbincang mengenai kondisi desa, kegiatan kepemudaan, hingga berbagai aktivitas yang rutin dilaksanakan oleh Karang Taruna. Interaksi sederhana tersebut membuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat menjadi semakin dekat sehingga tercipta suasana yang akrab selama pelaksanaan BBM. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga karena dapat terlibat langsung dalam aktivitas sosial yang telah menjadi budaya masyarakat desa. Mahasiswa belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa atau Karang Taruna, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Sentul juga menjadi contoh nyata bahwa pekerjaan yang dilakukan secara bersama akan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan lebih cepat. Melalui kegiatan kerja bakti ini, mahasiswa berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Kolaborasi sederhana seperti membersihkan lingkungan ternyata mampu memperkuat rasa kepedulian, mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas umum desa. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga lingkungan TPU Desa Sentul tetap bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.