TULUNGAGUNG, NETRALNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Universitas Membangun Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga berupa rocket stove di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Inovasi tersebut dibuat setelah mahasiswa menemukan adanya kendala pengelolaan sampah di masyarakat, terutama belum tersedianya layanan pengangkutan sampah rumah tangga secara rutin. Pembangunan rocket stove dimulai pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk membantu masyarakat mencari alternatif pengelolaan sampah yang lebih efektif. Berdasarkan hasil observasi tim UM BBM, sebagian warga Desa Kepuhrejo masih mengelola sampah rumah tangga dengan cara membakar sampah di pekarangan rumah. Kebiasaan tersebut dilakukan karena belum adanya sistem pengangkutan sampah yang berjalan secara rutin. Salah seorang warga Desa Kepuhrejo, Yoto, mengatakan masyarakat selama ini memilih membakar sampah secara mandiri karena belum tersedia layanan pengangkutan. "Selama ini kami membakar sampah sendiri di pekarangan karena belum ada layanan pengangkutan sampah," ujar Yoto. Rocket stove yang dibangun mahasiswa menggunakan beberapa material, seperti bata ringan, perekat bata ringan, dan besi ulir berdiameter 10 milimeter sebagai bagian pemisah ruang pembakaran. Alat tersebut bekerja dengan memanfaatkan prinsip chimney effect atau efek cerobong. Udara masuk melalui bagian bawah ruang pembakaran, kemudian mengalir melalui saluran berbentuk huruf "L" menuju cerobong vertikal. Sistem tersebut membantu meningkatkan aliran udara sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih optimal dibandingkan pembakaran terbuka. Proses pembuatan rocket stove dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lokasi, penyusunan desain, pemasangan bata ringan, pembuatan saluran pembakaran, proses plester, hingga penyelesaian akhir. Setelah pembangunan selesai, mahasiswa melakukan uji coba menggunakan sampah rumah tangga kering dan basah. Hasil pengujian menunjukkan alat dapat digunakan untuk membakar sampah dengan nyala api yang stabil dan menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka. Dosen Pembimbing Lapangan UM BBM Desa Kepuhrejo, Dio Dwi Lingga, menjelaskan bahwa pembuatan rocket stove merupakan upaya mahasiswa dalam merespons permasalahan lingkungan yang ditemukan selama kegiatan di masyarakat. "Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sederhana bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan," katanya. Selain pembangunan alat, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga mengenai penggunaan rocket stove secara aman. Masyarakat diimbau untuk tidak memasukkan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti baterai dan kaleng bekas cat, ke dalam alat tersebut. Warga juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jarak aman saat proses pembakaran, menjauhkan lokasi pembakaran dari bahan mudah terbakar, serta memastikan abu hasil pembakaran telah dingin sebelum dibersihkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program UM BBM Semester Antara Tahun Akademik 2025/2026 yang berada di bawah koordinasi Pusat Sumber Daya Wilayah (PSDW) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang. Melalui program tersebut, mahasiswa berharap inovasi sederhana ini dapat membantu masyarakat Desa Kepuhrejo dalam menghadapi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga serta mendorong kesadaran menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. (Penulis: Tim UM BBM Desa Kepuhrejo, Universitas Negeri Malang)