DESA NGADIREJO, KABUPATEN TRENGGALEK — Mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui kegiatan Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM-BBM) Tahun 2026 melaksanakan sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada pelaku UMKM di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi digital serta mendorong pengembangan UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sistem pembayaran digital. Program ini diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026, di Balai Desa Ngadirejo dan dihadiri oleh Kepala Desa Ngadirejo beserta perangkat desa, serta 17 pelaku UMKM yang berasal dari Dusun Gebang dan Dusun Gambang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital UMKM melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, sambutan Koordinator Desa UM-BBM, serta sambutan Kepala Desa Ngadirejo. Selanjutnya, mahasiswa UM-BBM memberikan sosialisasi mengenai pentingnya transformasi digital bagi UMKM, manfaat penggunaan QRIS, serta peluang yang dapat diperoleh pelaku usaha melalui penerapan sistem pembayaran digital. Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga mendampingi peserta secara langsung dalam proses pembuatan QRIS. Pendampingan meliputi proses pendaftaran kepada penyedia layanan pembayaran, aktivasi QRIS, tata cara menerima transaksi menggunakan QRIS, hingga mekanisme pencairan dana hasil transaksi ke rekening pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih praktis sehingga pelaku UMKM dapat mengimplementasikan QRIS secara mandiri dalam kegiatan usahanya. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Beberapa pelaku UMKM menyampaikan bahwa pelanggan mereka pernah menanyakan ketersediaan metode pembayaran menggunakan QRIS. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap sistem pembayaran digital yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan transaksi masyarakat saat ini. Sebagai bentuk evaluasi keberlanjutan program, mahasiswa UM-BBM melakukan tindak lanjut kepada seluruh peserta setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil monitoring, 2 dari 17 pelaku UMKM telah berhasil mengimplementasikan QRIS dalam kegiatan usahanya. Sementara itu, peserta lainnya masih memerlukan pendampingan lebih lanjut karena beberapa kendala, seperti belum memberikan tanggapan saat dihubungi atau masih berada dalam proses pendaftaran. Melalui program kerja ini, mahasiswa UM-BBM Universitas Negeri Malang berharap penerapan QRIS dapat menjadi langkah awal dalam mendorong digitalisasi UMKM di Desa Ngadirejo. Selain meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi, penggunaan sistem pembayaran digital juga diharapkan mampu memperluas peluang usaha, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendukung percepatan transformasi ekonomi digital di tingkat desa.