MALANG– Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana yang tergabung dalam program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Tematik Tahun 2026 menyelenggarakan pelatihan batik shibori untuk warga Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan masyarakat melalui teknik batik shibori sebagai salah satu kerajinan tekstil yang memiliki nilai estetika dan nilai ekonomi. Pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 2 kali yang pertama dilaksanakan pada tanggal 27 juni 2026 dengan sasaran ibu-ibu Desa Baturetno bertempat di Balai Desa. Pelatihan ini sebagai bentuk pemberdayaan Masyarakat dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik pewarnaan kain menggunakan metode lipat, ikat, dan celup (shibori). Selain menjadi sarana mengembangkan kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peluang usaha berbasis kerajinan tekstil yang bernilai jual. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Setelah itu, peserta memperoleh pemaparan materi mengenai pengenalan batik shibori, sejarah singkat, berbagai teknik lipatan dan ikatan, alat dan bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatan batik shibori. Materi disampaikan oleh mahasiswa UM BBM secara interaktif sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan sebelum memasuki sesi praktik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan batik shibori. Peserta memulai praktik dengan menyiapkan kain katun, membuat berbagai variasi lipatan dan ikatan menggunakan karet gelang atau tali, kemudian melakukan proses pencelupan ke dalam larutan pewarna tekstil. Setelah proses pewarnaan selesai, kain dijemur hingga kering sebelum ikatan dibuka untuk memperlihatkan motif khas shibori yang terbentuk. Selama praktik berlangsung, mahasiswa UM BBM mendampingi peserta pada setiap tahapan sehingga proses pembuatan dapat dilakukan dengan baik. Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pelatihan meliputi kain katun putih, pewarna tekstil, water glass (fiksatif), ember, sarung tangan, karet gelang, tali rafia, plastik pelindung, serta perlengkapan penjemuran. Seluruh bahan dipilih karena mudah diperoleh, mudah digunakan, dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk kerajinan berbahan kain. Setelah seluruh peserta menyelesaikan hasil karyanya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai proses pembuatan batik shibori serta kendala yang dihadapi selama praktek. Peserta juga saling menunjukkan hasil karya yang telah dibuat sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan atas pelaksanaan program UM BBM. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan batik shibori. Berbagai motif yang dihasilkan menunjukkan kreativitas peserta dalam mengombinasikan teknik lipatan dan perpaduan warna sehingga menghasilkan karya yang menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Melalui pelatihan batik shibori ini, mahasiswa UM BBM Universitas Negeri Malang berharap masyarakat di Desa Baturetno dapat memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai bekal untuk mengembangkan kreativitas, menciptakan produk kerajinan yang bernilai jual, serta membuka peluang usaha yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. Pelatihan yang kedua dilaksanakan di SD Negeri 2 Baturetno pada tanggal 15 Juli 2026 sebagai bentuk kreativitas anak-anak dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik pewarnaan kain menggunakan metode lipat, ikat, dan celup (shibori). Selain menjadi sarana mengembangkan kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peluang usaha berbasis kerajinan tekstil yang bernilai jual. Serangkaian kegiatan sama seperti pelatihan ibu-ibu yang diawali dengan pembukaan pemateri dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Setelah itu, peserta memperoleh pemaparan materi mengenai pengenalan batik shibori, sejarah singkat, berbagai teknik lipatan dan ikatan, alat dan bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatan batik shibori. Materi disampaikan oleh mahasiswa UM BBM secara interaktif sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan sebelum memasuki sesi praktik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjut dengan praktik pembuatan shibori. Peserta memulai praktik yang sama seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu. Selama praktek berlangsung Mahasiswa UM BBM turut membantu dan mendampingi kreativitas peserta. Pola yang dibuat tidak terbatas seperti contoh yang diberikan, peserta diberi kebebasan untuk berkreasi sesuai keinginan. Peserta juga saling menunjukkan hasil karya yang telah dibuat sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan atas pelaksanaan program UM BBM. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan batik shibori. Berbagai motif yang dihasilkan menunjukkan kreativitas peserta dalam mengkombinasikan teknik lipatan dan perpaduan warna sehingga menghasilkan karya yang menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para murid saja, tetapi antusias dari para guru yang turut mengikuti kegiatan ini . Dari hasil pembuatan scraf ini, para murid juga sangat antusias menggunakannya untuk kegiatan senam dan juga jalan santai pada hari sabtu sebagai bentuk apresiasi karya yang telah dibuatnya. Melalui pelatihan batik shibori ini, mahasiswa UM BBM Universitas Negeri Malang berharap masyarakat di Desa Baturetno dapat memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai bekal untuk mengembangkan kreativitas, menciptakan produk kerajinan yang bernilai jual, serta membuka peluang usaha yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.